#DropdownMenu { background:#ff6803; border-radius:6px; width: 880px; height: 35px; font-size: 12px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; color:#FFFFFF; font-weight: bold; margin-bottom: 30px; padding: 2px; } #Dropdownbox { width: 875px; border-radius:6px; float: left; margin: 0; padding: 0; } #strike { border-radius:6px; margin: 0; padding: 0; } #strike ul { border-radius:6px; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li { border-radius:6px; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li a, #strike li a:link, #strike li a:visited { border-radius:6px; color:#FFFFFF; display: block; font-size: 16px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; } #strike li a:hover, #strike li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; text-decoration: none; } #strike li li a, #strike li li a:link, #strike li li a:visited { border-radius:6px; background:#ff6803; width: 150px; color:#FFFFFF; font-size: 14px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; float: none; margin: 0; padding: 7px 10px; border-bottom: 1px solid #FFF; border-left: 1px solid #FFF; border-right: 1px solid #FFF; } #strike li li a:hover, #strike li li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; padding: 7px 10px; } #strike li { border-radius:6px; float: left; padding: 0; } #strike li ul { border-radius:6px; z-index: 9999; position: absolute; left: -999em; height: auto; width: 170px; margin: 0; padding: 0; } #strike li ul a { border-radius:6px; width: 140px; } #strike li ul ul { border-radius:6px; margin: -32px 0 0 171px; } #strike li:hover ul ul, #strike li:hover ul ul ul, #strike li.sfhover ul ul, #strike li.sfhover ul ul ul { border-radius:6px; left: -999em; } #strike li:hover ul, #strike li li:hover ul, #strike li li li:hover ul, #strike li.sfhover ul, #strike li li.sfhover ul, #strike li li li.sfhover ul { border-radius:6px; left: auto; } #strike li:hover, #strike li.sfhover { border-radius:6px; position: static; }

27 December 2008

Doaku...


Allah, aku ternyata lemah.. aku tak berdaya tanpa-Mu...

ternyata memang benar... bahwa tidak ada yang bisa merubah seseorang, melainkan orang itu sendiri.. dan aku merasakan susahnya merubah diri sendiri ini..

padahal aku pikir, aku sudah merubah banyak hal, aku sudah banyak mencari ilmu, aku sudah bergabung dengan banyak organisasi untuk membuka diriku lebih lebar, namun ternyata aku belum benar-benar berubah..

sungguh, ilmu yang selama ini kudapat memang belum banyak.. tapi sebenarnya, aku sadar, yang lebih penting adalah mengamalkan ilmu-ilmu itu sendiri.... kemauan untuk mengamalkan itulah yang lebih penting... kemauan untuk berubah itulah yang lebih penting.. tekad untuk berubah itulah yang seharusnya selalu ada dalam diri ini..

bukan banyak ilmu yang kudapat, bukan banyak tulisan yang kubuat, bukan pula banyak teman yang kuperoleh...

'azzam (kemauan) dan dawwam (konsisten) dalam memperbaiki diri harus terus dijaga..

ya Allah, kuatkan hatiku.. teguhkan hati ini di dalam Islam..

amin...

22 November 2008

Dunia vs Akhirat

Yaa, saya kan orang bahasa, jadi sukanya ngutak-atik kalimat orang...

Ada yang bilang kehidupan ini harus ter'kotomisasi'kan, entah itu di- atau tri-. Mereka berpendapat bahwa hidup ini harus terbagi rata... Sebagian untuk dunia, sebagian untuk akhirat, begitu...

Secara lahiriah, iya, memang begitu.. Secara dzohir, memang Allah memerintahkan kita untuk mencari bagian akhirat kita, tanpa melupakan bagian dunia kita. Kita punya bagian untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan untuk Allah...

Tetapi, secara batiniah, pada hakikatnya, sesungguhnya hidup ini hanyalah untuk akhirat semata.. Semua tindakan kita sebenarnya orientasinya adalah akhirat. Kita kuliah untuk menuntut ilmu, sebagai wujud syukur telah dikaruniai kemampuan berpikir (=ibadah). Juga sebagai wujud bakti kita kepada orang tua yang telah mendidik dan menafkahi kita (=ibadah). Kita ngenet pun juga akan dipertanggungjawabkan. Kita tidur pun bisa bernilai ibadah, atau dosa. Artinya, setiap amal kita bisa berpahala, atau sebaliknya, mengundang murka-Nya.

Wa maa kholaqtul jinnaa wal insaa illaa liya'buduun..

Siswa yang menuntut ilmu, ibu yang mengurusi rumah tangga, bapak yang pergi mencari nafkah, pada esensinya sebenarnya sebagai bentuk pengabdian mereka kepada yang telah menciptakan mereka dengan berbagai potensi kemanusiaannya...

So, niatkan setiap detik kita untuk beribadah, berbuat kebaikan. Hidup di dunia ini memang kendaraan. Kendaraan kita untuk beribadah, secara total.

Karena akhirat lebih abadi...

29 October 2008

Cinta tak Berbalas

Betapa Allah telah Mencintai manusia dengan begitu sempurna. Tiap detail kehidupan dari milyaran manusia - beserta trilyunan makhluk ciptaan-Nya yang lain - telah Ia Atur dengan begitu baik dan penuh pelajaran. Tapi sedikit sekali dari kita yang mau berpikir dan akhirnya mensyukuri kehidupan ini.

Betapa kita telah menyia-nyiakan sholat kita, kita anggap sholat kita sekedar kewajiban yang harus segera ditunaikan. Tidak lebih dari itu...

Dan banyak hal lain dari Sisi-Nya yang kita remehkan, sementara kita malah terlalu mencintai dunia ini, yang pasti akan musnah, yang pasti tidak akan pernah kita miliki untuk selamanya.

Ya Allah, mampukan diriku untuk selalu lebih mencintai-Mu dari detik ke detik. Engkau telah banyak Mencintaiku, tapi aku sepertinya masih kurang sempurna membalas.

23 October 2008

Kaum atheis terus kampanye anti tuhan

Perjuangan kaum atheis untuk mengampanyekan anti-Tuhan terus dilakukan. Kabar terbaru, sekelompok kaum atheis di Inggris akan membeli puluhan badan bus yang beroperasi di Kota London untuk dipasangi iklan anti-Tuhan.

Koordinator kelompok itu telah mengumpulkan dana dengan memasang iklan di sebuah situs amal. Hasilnya luar biasa. Hanya dalam beberapa jam sejak iklan itu dimuat, mereka mengumpulkan dana 70.000 poundsterling (sekitar Rp 1,2 miliar). Itu tujuh kali lipat dari target semula. Para donatur, termasuk pakar biologi asal Oxford University, Richards Dawkins, yang mendonasikan dana 5.500 poundsterling.

Selanjutnya, dana itu akan digunakan untuk memasang poster-poster di 30 bus berwarna merah di London dengan slogan "Mungkin tidak ada Tuhan. Kini berhentilah mencemaskan diri dan menikmati hidup Anda."

Iklan itu akan diluncurkan selama empat pekan mulai Januari 2009. Namun, dengan banyaknya dana terkumpul, bisa jadi iklan akan diperpanjang. "Banyak orang mengatakan, mereka berusaha mengendalikan atheis seperti menggiring sekumpulan kucing. Dalam beberapa hari terakhir menunjukkan itu tidak benar," kata penulis komedi Ariane Sherine mengawali kampanye, Rabu (22/10).

Umumnya bus-bus di London membawakan poster iklan bagi supermarket atau film Hollywood. Namun, sejumlah kelompok keagamaan mulai memanfatkan wahana iklan itu dalam beberapa waktu lalu. Sejumlah gereja Kristen dan kelompok Muslim memasang poster berisi seruan beragama.

Rupanya Sherine dkk jengah dengan upaya mereka. Sherine geram setelah menyaksikan serangkian poster kaum Kristen di sejumlah bus awal tahun ini. Di sana disebutkan bahwa kaum atheis akan kekal dalam siksaan di neraka.

"Saya kira akan menjadi hal positif menandinginya. Jangan cemas, Anda tidak akan masuk neraka," kata Sherine (28). "Kaum atheis yakin ini satu-satunya hidup yang kami miliki dan kami seharusnya menikmatinya."

Asosiasi Humanis Inggris, kelompok yang mengoordinasikan pengumpulan dana iklan anti-Tuhan, mengatakan, kampanye mereka berjalan sukses. Mereka bahkan merencanakan menggelar kampanye serupa di Kota Manchester dan Edinburgh.


ONO
Sumber : AP

10 October 2008

Allah Maha Menutupi Aib

Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Meliputi segala sesuatu.. Engkaulah Yang Maha Menutupi aib.. maka tutuplah aibku.. sungguh seandainya aibku Engkau tampakkan, aku ragu apakah aku masih mau hidup dan memperlihatkan diriku di hadapan manusia, apalagi di Hadapan-Mu, ya Allah..

Jangan pernah lelah mengampuniku..

Astaghfirullah..

Astaghfirullah..

Astaghfirullah..

Hindarkan aku dari syirik yang tampak maupun yang tersembunyi..
jauhkan aku dari menzholimi dan dizholimi orang lain..
jauhkan aku dari kekufuran dan kefakiran..

Engkau Maha Mendengar, maka kabulkanlah doa hamba-Mu yang lemah dan hina ini...

Amin...

09 September 2008

The Danger of Partial Comprehension (in Everything)

I am a Muslim, and it has become my responsibility to tell everyone the truth about Islam since I know, I see, I hear, and I feel everything inside Islam by myself.

It's very sad that many people outside (even inside Islam; Muslim) have a misconception about Islam. You know, terrorist, violence, abuse, etc (and you can add yourself).

When you are shown, for example, a pizza, do you judge it before you eat it? Or you try eating it first, and then you judge it?

Or, if you eat that pizza, do you look carefully at what you want to eat? Or you just take 'something' from the pizza into your mouth?

Or maybe there's someone giving that pizza's stuff, and you just swallow it without checking: what stuff given to you is, and who (the man) giving it is..

Why, it's important, friend!

Let's think carefully, what so far we have been thinking about Islam?

Partial, incomplete, or whatever it's called, is really dangerous when we want to understand something (and also someone).

We need to take a complete comprehension.

Don't judge a book by its cover. Judge it by its cover+content+author....

Let's learn Islam wholly, wisely, correctly, objectively...

Ukuran kebenaran suatu informasi

Wah, susah..

Semakin modern suatu peradaban, semakin mudah segala sesuatunya direkayasa sehingga kebenaran menjadi kabur. Banyak yang tidak mampu mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya..

Ketika orang-orang semakin tidak karuan, semakin merindukan kebenaran, menginginkan kebahagiaan, mereka justru tidak mampu mendapatkannya. Ini dikarenakan setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam kecerdasannya.

Kalau kita memakan suatu hidangan, tapi yang kita ambil misalnya ternyata hanya cabe rawitnya saja, maka yang akan terasa adalah pedas. Sebaliknya, kalau yang kita ambil melulu dagingnya saja, maka yang terasa juga nikmatnya saja. Pemahaman yang menyeluruh akan jauh lebih membuat kita mengerti. Pemahaman yang secuil-secuil saja adalah sangat berbahaya. Kita tidak mampu dan mau membedakan mana yang perlu dipahami, mana yang masih perlu dicari pendalamannya, dan mana yang tidak perlu disentuh sama sekali.

Pandangan yang luas, tidak sempit, akan memberikan kita banyak ruang untuk bernafas lega. Prasangka-prasangka yang mendahului pikiran hanya akan semakin memperburuk dan mempersempit ruang gerak kita.

Carilah kebenaran dengan cara yang benar. Dengan pandangan yang lebih lega. Bukan dari satu sisi saja, apalagi sisi itu ternyata sisi yang keliru.

Apakah engkau akan bertanya tentang televisimu yang rusak kepada seorang juru masak??

04 September 2008

Met Puasa

1 bulan pencarian bekal telah dimulai...
manfaatkan 1 bulan ini untuk bekal 11 bulan perjalanan yg penuh perjuangan..!!

met puasa,,!!

16 August 2008

Lama ga posting

maaf, ada semacam kejenuhan yang melanda.. hehe.. sehingga membuat saya begitu malas menambah postingan di blog ini..

sekarang mencoba menambah lagi..

yah, yg namanya perang emang berat.

harus tahan banting..

yg terpenting, adalah menambah tenaga kita juga sementara kita tetap melawan musuh..

jangan sampai kita melawan musuh tetapi kita lupa menambah energi diri sendiri..

so, let me gain my power dulu../.

25 April 2008

Pelit?

Ya, boleh dijawab sesukanya, deh. Lagian saya tak ada data yang pasti untuk menyatakan 'seberapa banyak' yang pelit.
Saya hanya merasakannya dari diri saya sendiri dulu..

Yap, begitulah..

Masih bisa saya rasakan, sebagian dari diri saya seperti berbisik untuk berpikir ulang ketika akan menyerahkan begitu saja uang 5.000 ke kotak infaq. Rasanya berat sekali melepasnya..
Tapi lihatlah ketika berada di supermarket, warnet, ato tempat-tempat konsumtif lainnya. Rasanya ringan sekali mengeluarkan uang 10.000, 20.000, 50.000...

Sepertinya kita masih saja bermasalah dalam berhitung dengan Allah, Sang Maha Pengatur Rezeqi terhebat, Sang Penjamin Rezeqi setiap makhluk di muka bumi ini (bahkan cecak pun bisa menangkap nyamuk tanpa perlu obat nyamuk.. karena Allah telah Mengaturnya...)

Atau kita masih tidak tahu ke mana uang kita di kotak amal itu akan pergi?

Sayang sekali, tetapi Islam sama sekali tidak memiliki suatu badan tertinggi di mana uang kita berkumpul menjadi satu. Semua uang kita harus segera keluar menuju yang berhak. Uang kita tidak untuk Allah, uang kita untuk mereka, yang betul-betul membutuhkan.

Allah tidak memerlukan uang kita, tetapi Allah merindukan keikhlasan kita...

Mari kita terus belajar.. Perubahan adalah sebuah proses...

14 April 2008

Karakter Lelaki

Sudah jadi karakternya lelaki untuk memiliki hawa nafsu yang lebih besar daripada wanita.. (Normalnya begitu...) Oleh karena itu, mereka jauh lebih gampang tersulut kemarahannya dibandingkan wanita yang (normalnya lagi..) punya watak keibuan yang sabar..

Sayangnya, para lelaki (berarti termasuk saya) masih sulit mengontrolnya, terutama ketika bergaul dengan lawan jenis. Kehidupan sehari-hari sudah menyatakan begitu. Karena tidak punya ilmu agama yang baik, yang satu gemar memberi umpan, yang satu lagi getol menyambar umpan itu.

QS. An Nuur: 30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

Dan karena itu, Islam memberi batas untuk para laki-laki, bahwa

"Apa-apa yang berada di antara pusar dan lutut adalah aurat"

(Hadits hasan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Daraquthni) dan ini merupakan pendapat jumhur ulama.

Walaupun laki-laki sedang bersama laki-laki, dan wanita sedang bersama wanita, tetapi Islam menganjurkan

"Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki lainnya dan janganlah juga seorang wanita melihat aurat wanita lainnya."

(H.R Muslim)

Salah satu penyebab munculnya gay dan lesbian adalah karena anjuran di atas diabaikan...

Mata memang harus dipakai sewaktu berjalan dan berkendara, biar sampai ke tujuan dengan selamat. Tetapi seringkali mata kita tanpa bisa kita cegah terpaksa menubruk ke berbagai macam makhluk, termasuk makhluk terindah di mata lelaki.. Dan bahaya mata ini sangatlah besar jika tidak dikendalikan...

Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Pandangan (pertama) itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.”

Dan di dalam Musnad Imam Ahmad, diriwayatkan dari Rasulullah : “Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat.” Inilah kurang lebih makna hadits tersebut.

QS. Yusuf: 53. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Islam adalah seperangkat perlengkapan untuk hidup, mulai dari bangun tidur, makan, menikah, bahkan masuk WC pun ada manual handbook-nya. Muslim yang baik tidak akan melewatkan satu halaman pun dari ajaran komplet ini..

QS. Al Jatsiyah: 18. Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.

Ini adalah peringatan bagi diri saya sendiri, dan juga teman-teman sekalian..

08 March 2008

A Poem of an African (a fight for racism)


http://www.bebekrewel.com/african-poem/

--------------------------
When I born, I Black,

When I grow up, I Black,

When I go in Sun, I Black,

When I scared, I Black,

When I sick, I Black

And when I die, I still Black…

And you White fella,

When you born, you Pink,

When you grow up, you White,

When you go in sun, you Red,

When you cold, you Blue,

When you scared, you Yellow,

When you sick, you Green

And when you die, you Gray…



And you calling me Colored??
----------------------------

Aly El Shaly

23 February 2008

Psikologi Beragama


Semua orang yang tingkat agamanya baik, pasti kualitas hidupnya baik juga. Dan ini sifatnya mutlak!

Seandainya engkau berkata engkau mengenal seseorang yang agamanya baik tetapi hidupnya tidak, maka pasti ada yang salah. Masih mungkin agamanya belum sempurna betul, sehingga engkau mengatakan tidak melihat kebaikan dalam hidupnya. Atau mungkin engkau saja yang memandang hidupnya tidak baik, sementara ternyata sudah baik menurut orang itu (ini subyektivitas manusia). Berarti, tentukan dulu kriteria macam apa yang bisa membuatmu menyebut bahwa hidup seseorang itu baik (lagi-lagi subyektif).

Yang jelas, menurutku, kebahagiaan itulah kebaikan hidup seseorang. Dan kebahagiaan tidak bersifat lahiriah, sobat. Kebahagiaan yang sejati letaknya di dalam hati. Ketenteraman jiwa, ketenangan pikiran, kesejukan wajah, semuanya pasti akan terpancar oleh orang-orang yang bahagia.

Dengan kebahagiaan itu, orang akan kecipratan manfaat dari dirinya. Dengan kebahagiaan itu, nilai-nilai keindahan agamanya terserak ke segala penjuru. Dengan kebahagiaan itu, yakinlah, kebenaran akan terus ia bela sekuat mungkin, dan kejelekan akan tetap ia lawan sekeras mungkin.

Agama, kebenaran, kebahagiaan, carilah itu, kawan!

“Dengan cinta hidup ‘kan indah.

Dengan ilmu hidup ‘kan mudah.

Dengan agama hidup ‘kan terarah.”

Perkataan dari Mas Ghofur - seorang penjual martabak telur berbadan subur - yang ia tirukan secara sempurna dari neneknya. Kalau engkau ingin menemuinya, hendak berbincang dengannya, atau mencicipi rasa lezat martabaknya, pergilah ke Jalan Wonosari KM 7 di waktu petang. (Lho, jadi promosi...)

29 January 2008

Mengingat Mati


"Kita selalu lupa bahwa mati tidak pernah lupa pada kita."

"We always forget that the death never forget the us."

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran: 145)

Kunjungan malaikat maut adalah satu hal yang pasti. Tak mungkin untuk dicegah, tak mungkin pula dipercepat kedatangannya. Apabila sudah datang ajalnya, tak mungkin lagi manusia itu bisa menolak walaupun berlindung di benteng terkuat sekalipun. Bahkan benteng itulah yang mungkin menjadi tempat terakhirnya untuk hidup.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,…” (QS An Nisa’: 78)

Dan apabila belum waktunya dijemput, seluruh dunia ini tidak akan mampu mematikan manusia. Sesungguhnya maut adalah urusan Allah, dan hanya akan menjemput manusia atas Izin-Nya semata.

Hidup di dunia hanyalah sebentar, sedangkan kampung akhirat, itulah tempat sebenarnya bagi manusia. Merugilah mereka yang tidak mau memanfaatkan dunia ini untuk bersiap pulang ke akhirat. Dunialah yang memanfaatkan mereka. Dunia telah menguasai mereka. Sementara itu, akhirat semakin jauh dari mereka. Menyebutnya bahkan mereka enggan. Setiap ada yang mengucap kata ‘mati’, segera saja mereka ‘menutup’ telinga mereka rapat-rapat.

Barang siapa yang menginginkan dunia, dan melupakan akhirat, maka Allah betul-betul akan Memberinya dunia dengan Mengambil bagian akhirat darinya. Ia mungkin akan memiliki banyak hal di dunia, namun takkan ada barang sedikit pun baginya kebahagiaan di akhirat. Sementara bagi mereka yang menginginkan akhirat, dan berusaha keras untuk memperolehnya, maka Allah akan Menyediakan bagian akhirat bagi mereka, dan Allah akan Memudahkan untuk mengambil bagian dunianya secara sempurna.

Kematian menjadi penutup pintu beramal. Kematian akan menyelesaikan urusan dunia, dan mengawali urusan akhirat. Kematian menjadi urusan kita sendiri, bukan teman kita, bukan adik kita, kakak kita, bukan pula urusan suami/istri kita, atau keluarga kita. Kitalah yang menjadi ‘penanggungjawab’ dalam kematian kita.

Ia datang untuk kita pribadi. Ia bisa datang kapan saja, di mana saja, dan pada saat apapun. Saat kita bekerja atau istirahat. Saat kita sakit atau sehat. Saat kita sedang berpunya atau tidak berpunya. Saat kita sedang di rumah atau dalam perjalanan. Saat kita sedang sholat atau menonton televisi. Saat kita bermaksiat atau beramal sholeh.

Ia tidak akan terpengaruh oleh tangis kita, kata-kata rengekan kita, atau karena teriakan dan rintihan kita. Tidak pula ia terpengaruh oleh harta kita. Baginya harta dunia itu tidak bernilai apa-apa dan tidak mampu menolak tujuan kedatangannya kepada kita. Ia hanya diutus oleh Allah, dan tidak berhak menunda-nunda kepulangan kita.

“Sering-seringlah mengingat pelenyap segala kenikmatan, yaitu kematian.” (HR At Tirmidzi dan yang lain.)

07 January 2008

The Way We Sway


As the time passing by, the God always Sees us doing our activities. If we are aware of what we do in our daily life, there would not be any person we hurt, intentionally.

Then, what if we made unintentional mistakes to someone, and we never know them?

Just make our apologize to God. God is Forgiving to everyone, as long as we are greatly sorry for them. Just pray to God, that we are forgiven for the sins we do, intended or not by us.

We do our doings as usual, but how do we know that we do upset other people or not? Or even upset the God? That's why we have to frequently ask for forgiveness, at least to God, which is Alforgiving.

03 January 2008

War of Words


For me, this war has been happening
since human found their way of
communicating to each other by drawing
pictures on walls.

Bagi saya, perang ini telah dimulai semenjak manusia menemukan jalannya untuk berkomunikasi dengan yang lain dengan membuat gambar-gambar di dinding.

And, after the invention of paper, ink,
and then, computer, printer, and then,
internet, the war is getting bigger and
harder.

Dan setelah penemuan kertas, tinta, lalu komputer, printer, lalu internet, perang ini semakin besar dan sulit.

This is where all men meet, speak their
minds, and spread their influences.

Di sinilah manusia saling bertemu, mengeluarkan pendapatnya, dan menyebarkan pengaruhnya.

By what have been called as words, or
letters, or symbols, we communicate.

Kita saling berkomunikasi melalui apa yang selama ini kita sebut dengan kata, atau huruf, atau simbol.

We live our life differently. And by
those different life experiences, we get
our knowledge. We have things to share.

Kita menjalani hidup kita masing-masing. Dan dengan pengalaman hidup kita yang berbeda-beda, kita mendapatkan pengetahuan kita. Kita memiliki sesuatu untuk dibagikan.

People influence each other. Those who
don't have 'knowledge' will only be
followers, easily changed by others' words.

Orang-orang saling mempengaruhi. Mereka yang tidak memiliki 'pengetahuan' hanya akan menjadi pengikut yang gampang terpengaruh kata-kata orang lain.

All I want to tell you, and myself, is
that we still have to learn. Learning is
a lifetime activity, until the death.

Yang ingin saya katakan kepada kalian, dan juga saya sendiri, adalah bahwa kita masih harus terus belajar. Belajar adalah aktivitas seumur hidup, sampai kita mati kelak.

What you speak, what you write, is who
you are.

Seperti apa kita bicara, seperti itulah (isi) kita.

We know nothing, God Knows everything....

Wallahu a'lam...

Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019

Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...