#DropdownMenu { background:#ff6803; border-radius:6px; width: 880px; height: 35px; font-size: 12px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; color:#FFFFFF; font-weight: bold; margin-bottom: 30px; padding: 2px; } #Dropdownbox { width: 875px; border-radius:6px; float: left; margin: 0; padding: 0; } #strike { border-radius:6px; margin: 0; padding: 0; } #strike ul { border-radius:6px; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li { border-radius:6px; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li a, #strike li a:link, #strike li a:visited { border-radius:6px; color:#FFFFFF; display: block; font-size: 16px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; } #strike li a:hover, #strike li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; text-decoration: none; } #strike li li a, #strike li li a:link, #strike li li a:visited { border-radius:6px; background:#ff6803; width: 150px; color:#FFFFFF; font-size: 14px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; float: none; margin: 0; padding: 7px 10px; border-bottom: 1px solid #FFF; border-left: 1px solid #FFF; border-right: 1px solid #FFF; } #strike li li a:hover, #strike li li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; padding: 7px 10px; } #strike li { border-radius:6px; float: left; padding: 0; } #strike li ul { border-radius:6px; z-index: 9999; position: absolute; left: -999em; height: auto; width: 170px; margin: 0; padding: 0; } #strike li ul a { border-radius:6px; width: 140px; } #strike li ul ul { border-radius:6px; margin: -32px 0 0 171px; } #strike li:hover ul ul, #strike li:hover ul ul ul, #strike li.sfhover ul ul, #strike li.sfhover ul ul ul { border-radius:6px; left: -999em; } #strike li:hover ul, #strike li li:hover ul, #strike li li li:hover ul, #strike li.sfhover ul, #strike li li.sfhover ul, #strike li li li.sfhover ul { border-radius:6px; left: auto; } #strike li:hover, #strike li.sfhover { border-radius:6px; position: static; }

17 December 2007

A Bit of Heart Beat


The life is getting confusing.... I mean, I am confused with myself. I know very well, I want to meet You. It's just, I want to live this life peacefully. You Know, it seems the world always needs money to stay alive. And I cannot afford it. I wish I could live alone, having no one put hopes on my shoulders.
I would live only for You. I would live alone.. I would live on the immortal, unlimited freedom. It is the best thing when we can freed ourself from this dangerous world.

But, I know, only by living through this world I can meet You. I mean, here I am, in this world, with many people living beside me. I cannot forget them. And they won't me..

Just live your life....

15 December 2007

Pentingnya Olahraga

Apa yang kamu pikirin kalo kamu disuruh olahraga? Kecuali emang udah punya rasa cinta yang besar terhadap olahraga, pasti kita rata-rata nggak ada yang mau olahraga. Usia-usia sekolah jelas lebih menguntungkan secara formalitas karena mereka emang punya agenda rutin melaksakan olahraga, entah senam setiap minggu sekali buat seluruh sekolah, atau berupa materi pelajaran buat siswanya. Tapi buat yang udah nggak nyium bangku sekolah lagi, aktivitas olahraga jadi barang langka. Kegiatan sehari-hari orang awam sedikit yang nyenggol urusan olahraga. Sebagian besar emang menyita fisik, tapi dibandingkan olahraga, jelas berbeda esensinya, dong.

Kata teman saya, yang didengarnya langsung dari seorang dokter, profesi apapun, walaupun membuat napas kita tersengal-sengal dan keringat mengucur deras, tetap tidak bisa disamakan khasiatnya dengan olahraga. Jadi, sekalipun tangan kita sehari-harinya dipake buat ngulek adonan martabak satu ember, sampe kaos dibanjiri peluh (bauu!!), tetep aja beda ma kaki-kaki kita yang dipake lari-lari ringan di lapangan tiap Minggu pagi.

Intinya, jiwa yang dipaksa melakukan rutinitas bekerja dengan jiwa yang terbawa aktivitas olahraga akan membawa suasana yang berbeda. Tau sendiri, lah, orang yang berolahraga biasanya kaya gimana... Mereka biasanya mengajak teman, keluarga, pasangan, hewan peliharaan, dll. Kondisi ini akan meringankan pikiran mereka karena terbantu canda tawa yang sering menghiasi selama berolahraga. Lingkungan tempat mereka berolahraga juga menjadi hal yang penting untuk membantu menjernihkan pekatnya benak setelah -- misalnya -- 6 hari bekerja.

Nah, kalo bekerja, kan beda lagi. Bekerja ya biasanya di tempat yang itu-itu aja. Sama orang yang itu-itu aja. Bikin hati sumpek dan pasti jenuh. Ditambah sama atasan yang marah-marah melulu. Ato kalo kita atasannya, berarti bawahannya yang ngeyel mulu. Apalagi pekerjaan terus memburu untuk cepat dikelarin. Wah, stress banget pokoknya! Sebagai pengecualian, atlet-atlet olahraga umumnya sudah bisa mengatur suasana jiwa mereka, sehingga stress bisa diminimalisir selama mengerjakan profesi-olahraga mereka.

Tetep aja yang namanya manusia ya rentan stress. Dan olahraga emang cuma salah satu terapi termurah, terpraktis yang bisa dilakuin untuk ngatasin stress. Tak lupa, kesehatan raga pasti didapat jika kita rutin dan enjoy berolahraga. Men sana in corpore sano.

12 December 2007

Latest Trip Home

From Friday to Tuesday (7-11/12) I went home. My mother was going to hold a meeting - I call it pengajian - in our house so she would like me to help this event succeed. I needed to go home - also - because I had to pay the annual tax of my motorcycle.

This was my first time to go alone - without my brother, my friends, or anyone, so I was able to bring myself home as quick - or late - as I want. Yogyakarta-Purbalingga was spent in 3 hours, the fastest I ever get. Pbg-Ykt was 4 hours. My average speed was 80-90 km/h.

Alhamdulillah, Allah is always there for me.

04 December 2007

Dangerous Scam

Have you ever received an email from a stranger promising you millions of dollars? - You should just delete it, because it is a pack of lies.

However, some people answers them, and they soon find out that they have to pay some fee in order to get the millions. Then comes the second fee, and the third fee, etc etc. No one has ever received the millions, but many have lost a lot of money, and some have even got killed.

The fraud is difficult to stop, but we can have some fun, and have the criminals use their time in vain. That is called scambaiting.


Salam....

Teman, baru-baru ini saya dapet beberapa buah e-mail dari seorang cewek luar negeri. (Cieee...) Dia (ngakunya) bernama Maravella Diane, putra Dr Banabas Diane, seorang bisnisman dan politikus di negara Cote d'Ivoire (Pantai Gading). Kesan pertama, sih, nggak ada yang luar biasa. E-mail kedua yang saya dapet juga nggak aneh-aneh banget. Hanya pas e-mail kedua itu, saya jadi pengin buat cerita pendek atau malah novel sekalian. Hehe.. Soalnya, kisah yang Maravella ceritain di email keduanya sungguh-sungguh menyentuh. Dr Banabas Diane dan istrinya (atau ibunya) tewas dalam sebuah serangan, dan Maravella berhasil nyelametin diri ke Senegal, negara di mana dia sekarang menetap di sebuah kamp pengungsian (refugees camp).

Lah, ternyata pada e-mail yang ketiga, dia langsung blak-blakan, deh, meminta saya ngelakuin sesuatu buat dia. Ujung-ujungnya, ternyata saya disuruh mentransfer segepok uang kepadanya. Katanya, buat ngurusin warisan ayahnya dan dianya bisa pindah ke negara saya, biar nanti (sesuai yang dia bilang) bisa ngelanjutin studi kuliahnya dan juga hidup sama saya.. (waaaaahh...)

Tadinya saya percaya, sih. Soalnya, saya emang kemudian nengok wikipedia, ngecek data-data tentang negaranya dan konflik yang melanda negaranya. Ternyata emang betul ada. (Mungkin sayanya aja yang rada kurang pergaulan kali...^_^) Semangat berprasangka baik juga ngejaga kepercayaan saya terhadap cewek yang juga sempat ngirimin dua buah fotonya kepada saya ini. (Foto orang lain pastinya.)

Tapi ada beberapa kejanggalan yang bikin saya mulai ragu akan kepastian 'keberadaan' sosok gadis malang ini. Kenapa saya jadi tak percaya lagi? Yang pertama, karena tiap dia ngebalas e-mail dari saya, atau setidaknya tiap ngirim e-mailnya, dia langsung nggunain kata-kata yang menjurus ke semacam hubungan yang rada-rada serius (persis kaya orang yang udah putus asa nyari jodoh...) Di e-mail kedua dan seterusnya, dia selalu bikin opening dan ending yang bikin saya agak gimanaaa gituu... pokoknya, pake kata-kata 'love', atawa 'my dear' melulu. Lah, belon kenal aja udah bikin bulu merinding. Apalagi nanti klo ketemyu?!

Trus saya dikasih alamat e-mail dari customer service bank yang katanya tempat nyimpen simpanan almarhum ayahnya. Saya disuruh tanya-tanya dulu, gimana caranya biar urusan transfer warisan dari bank itu ke rekening saya bisa lancar. Saya cuma ngecek alamat yang di belakang karakter @ (misalnya @yahoo.com). Ternyata akun e-mail itu cuma bikinan orang biasa, bukan bener2 kepunyaan sebuah bank. Moso' bank internasional (katanya sih Bank Kerajaan Skotlandia) nggak punya situs & e-mail sendiri.

Trus, akhirnya saya simpulin ini cuma tipuan belaka, stelah saya temukan situs delphifaq.com. Di situ ada satu forum yang digunain ngebahas tipuan-tipuan kaya gini. Namanya 'dating scams'. Ada banyak comment dari korban-korban (tapi nggak sampai ada korban jiwa, kok) dari e-mail tukang kuras duit ini. Intinya, mereka jadi tahu bahwa e-mail yang seperti dikirimin ke saya (oleh seseorang named Maravella) adalah sama semua. Hanya berganti nama (orang dan negara yg berkonflik), dan jumlah uang warisan yang dijanjikan diganti nominalnya (ada yang tidak berubah). Plus sedikit foto2 'penguat' kebohongan.

Yah, perasaan saya campur aduk jadi satu seabis tahu kalo ini cuma tipuan. Impian jadi kaya mendadak ilang, deh. Hehe... Bahayanya, saya jadi sering berkhayal yang nggak-nggak gara-gara mikirin uang warisan khayal itu. Tapi, ya sudah, yang penting sekarang sudah ketahuan, n the life must go on.

Mulai sekarang, ati-ati ya teman! Kalo ada yang mo nawarin kamu duit tapi ternyata dia minta duit 'penjamin' duluan, berarti masih ada yang kurang beres, dan harus banyak dipertanyakan. Mirip penipuan di Indonesia, tapi ni pake e-mail....

Bisa liat sendiri di http://www.delphifaq.com/outside_the_cube_dating_scams.htm
atau di http://vladd_makoto.blogs.friendster.com/you_got_me/

Salam

01 December 2007

Waiting for "it"

The weather is going stranger. Last week I watched The Day After Tomorrow.

The life is getting harder. Yesterday I heard someone knocking on out of sorrow.

The road is getting longer. My bike didn't want to start last night. Oh, God!

The time is always 24 hours a day. So what??

Some words from a friend

Karakter bisa dirubah sesuai perjalanan pembelajaran hidup qt. Ambillah hikmah di setiap rangkaian skenario yang telah dirangkaikan oleh 'Sang Pembuat Skenario Terbaik'. Pasti ada pembelajaran disana.
Ya, qt saling mengingatkan aja, saling melengkapi. Dalam sbuah tim masing-masing punya peran tersendiri.
Bagaikan sebuah bangunan ada yang berperan jadi lantai, dinding, tiang atau atap. Nggak ada yang tidak memainkan peran. Dimanapun peran qt yang terpenting bukan sabagai apa qita, tapi, sebaik mungkin bisa memerankan sesuai perannya... Berikan yang terbaik...

Ni kata-kata yang berarti banget buat saya. Sungguh saya pengin ngucapin terima kasih yg sebanyak-banyaknya atas semuanya. Beruntung banget bisa kenal orang ini...

Our characters could be adjusted along our life learning experience. Take lessons in every step of our scenario that has been arranged by 'The Best Scenario Author'. There must be something you can find out there.
Yeah, let's just remind and harmonize each other. In a team, each person has their single role.
Just like a building, someone should be the floor, another the walls, the pillars, or the roof. No one has no role. Wherever our position, it's not who we are in the team, but how we do our parts as a team... Give the best of us...

12 November 2007

spirited america

Spiritual Journey to Amerika (Bag. 9)

Oleh: DR. Amir Faishol Fath

Tidak Mungkin

Banyak cerita dari para muallaf yang sempat aku temui di berbagai kota di Amerika, seringkali mereka menceritakan bahwa Pencipta langit dan bumi tidak mungkin mempunyai tujuan-tujuan picik dalam mewujudukan alam ini. Tidak mungkin Ia meciptakan langit seagung ini, tidak mungkin Ia menciptakan bumi sehebat ini, tidak mungkin Ia menyediakan air sebanyak ini, oksigen, buah-buhan yang warna-warni dan ciptaan-ciptaan lainnya yang tak terhingga, hanya untuk supaya manusia bermain-main saja!

“Coba bayangkan” kata seorang muallaf dengan semangat sambil memegang segelas air di tangan kanannya “bisa tidak, akal sehat kita menerima bahwa Allah menciptakan manusia sebanyak ini hanya untuk bersenang-senang dengan dosa-dosa, pindah dari wanita ke wanita, pindah dari bar ke bar, tertawa-tawa, mabuk-mabukan dan seterusnya? Apakah sepicik ini Ia menciptakan semua wujud yang ada?”

” Coba kau lihat ” katanya lebih lanjut ” bisa tidak manusia hidup kalau semua wujud di alam ini tidak ada yang mengatur? Tentu tidak! Lalu masuk akan tidak bahwa manusia hidup di muka bumi tanpa aturan? Masuk akal tidak bahwa Pencipta langit dan bumi tidak menurunkan aturan? Masuk akal tidak bahwa semua manusia boleh berbuat seenaknya? Tanpa mengikuti aturan-Nya?”

Aku terdiam mendengarkan tuturannya yang berapi-api. Ketepatan hari itu hari raya.

Pagi hari yang cerah di kota Houston membuat suasana semakin asyik. Namun setelah itu obrolan terputus karena hidangan harus segara kami nikmati. Aku belum sempat berkenalan lebih banyak dengannya. Namanya belum sempat aku rekam. Lalu setelah itu aku tidak sempat menemuinya lagi. Dalam benakku muncul ungkapan yang belum sempat aku katakan kepadanya: “Ini benar-benar pernyataan fitrah. Bahwa fitrah akan selalu berkata benar. Bahwa manusia tidak akan tersesat sepanjang mengikuti fitrahnya. Bahwa iman bukan semata pengakuan. Banyak orang yang mengaku beriman, tetapi kehidupan sehari-harinya tidak mengikuti fitrahnya. Allah swt diabaikan. Dosa-dosa dianggap biasa. Waktu setiap harinya habis hanya dengan main-main. Ibadah ditegakkan bukan sebagai kesadaran fitrah, melainkan sebagai formalitas ritual. Kita sangat membutuhkan kesadaran fitrah ini”.

“Setiap tahun orang-orang Islam merayakan hari raya idul fitri, tetapi di mana fitrah itu dalam keseharian mereka?

Sebab ternyata masih banyak di antara orang Islam yang saling mendzalimi? Masih banyak di antara orang Islam yang saling menipu? Tidak memberikan ketenangan kepada yang lain. Berkata bohong dan dusta? Mencuri kekayaan negara dengan tanpa merasa malu? Rakyat dibodohkan supaya mudah ditipu? Padahal mereka setiap hari menegakkan shalat? Setiap tahun berpuasa Ramadhan? Bahkan banyak yang sudah berkali-kali pergi haji? Tetapi masih saja fitrah mereka mati?”

“Sungguh kita sangat membutuhkan fitrah yang hidup? Bukan iman formalitas. Bukan Islam pura-pura. Kita butuh kejujuran Iman dan Islam. Tidak ada artinya iman jika ternyata sikap keseharian kita tetap menyepelekan Allah swt. Apa artinya mulut kita berkomat-kamit mengucapkan laa ilaaha illa Allah, sementara ajaran Allah swt diinjak-injak. Apa artinya wajah kita bersujud, mata kita, telinga kita, hati kita, kaki kita, tangan kita bersujud, sementara perilaku sehari-hari kita tidak ikut Allah swt.

Roda ekonomi yang kita jalankan menggunakan sistem riba. Halal-haram dikaburkan batasannya. Kemaksiatan dikoordinasi dalam paket-paket yang sengaja dilegalkan secara struktural. Padahal Allah swt jelas sekali mengharamkan dalam Al Qur’an. Kedzaliman politik ditutup-tutupi dengan diplomasi yang menjijikkan”.

Dalam hati aku berteriak mendengarkan pernyataan sang muallaf tadi. Dalam benak aku berkata: “Padahal itu baru masuk Islam, mengapa justru fitrahnya lebih hidup dari pada orang yang sudah bertahun-tahun mengaku muslim?

Apa yang salah dalam diri keumatan kita? Mengapa Islam lebih sebagai ritua-ritual yang mati di pojok masjid? Dimanakah Islam dalam diri kita sebagai pelaku bisnis? Sebagai pelaku politik? Sebagai pengusaha? Sebagai pedagang di pasar-pasar? Sebagai mahasiswa? Sebagai dosen? Sebagai pengelola pendidikan? Sebagai pejabat? Mengapa masih banyak orang Islam yang rajin shalat, puasa, haji tetapi masih rela makan harta haram? Masih rela berzina? Masih rela korupsi? Masih rela menipu orang lain?”

Dengarkan jeritan salah seorang saudara kita Ahmad Ihsan Tanjung, ia mengungkapkan kesannya setelah membaca sebagian catatan perjalananku ke Amerika di www. dakwatuna.com: “Aku terharu dengan orang kafir yang menjadi muslim yang sejati. Malu rasanya diri ini yang telah ber-Islam sejak lahir tapi masih ragu dalam menjalankan Islam dengan kaffah”. Wallahu a’lam bishshawab.

04 November 2007

Poligami Rasulullah


Kamis, 18 Oktober 2007

Sepeninggal Khadijah r. A., Rasulullah SAW sangat bersedih hati. Namun kesedihan ini tidak dipendam lama-lama karena dakwah Islam yang masih berusia sangat muda memerlukan penanganan yang teramat serius. Sebab itu, Rasulullah SAW memerlukan pendamping hidup sepeninggal Khadijah r. A. Maka beliau pun, atas izin Allah SWT, menikah kembali. Inilah keutamaan pernikahan-pernikahan yang dilakukan Rasulullah SAW sepeninggal Khadijah r. A. Seperti yang ditulis oleh Dr. M. Syafii Antonio, M. Ec dalam buku “The Super Leader Super Manager: Learn How to Succeed in Business & Life From The Best Example” (ProLM;Agustus 2007). Inilah petikannya:

Saudah binti Zum’ah

Ketika dilamar Rasulullah SAW, Saudah telah berusia 70 tahun dengan 12 anak. Perempuan berkulit hitam dari Sudan ini merupakan janda dari sahabat Nabi bernama As-Sukran bin Amral Al-Anshari yang menemui syahid keran menjadikan dirinya perisai hidup bagi Rasulullah di medan perang. Rasulullah yang ketika melamar Saudah telah berusia 56 tahun menikahi wanita itu agar Saudah bisa terjaga keimanannya dan terhindar dari gangguan kaum Musyirikin yang tengah hebat-hebatnya memusuhi umat Islam yang ketika itu masih sangat sedikit jumlahnya.

Zainab binti Jahsy

Tak lama setelah menikahi Saudah, Rasulullah mendapat perintah dari allah SWT untuk menikahi Zainab binti Jahsy, seorang janda berusia 45 tahun yang berasal dari keluarga terhormat. Pernikahan dengan Zainab ini merupakan suatu pelaksanaan perintah Allah SWT bahwa pernikahan haruslah sekufu. Zainab merupakan mantan isteri dari Zaid bin Haritsah.

Ummu Salamah binti Abu Umayyah

Setelah menikahi Saudah dan Zainab, Rasulullah kembali mendapat perintah Allah SWT agar menikahi puteri dari bibinya yang pandai mengajar dan juga pandai berpidato. Ummu Salamah binti Abu Umayyah, seorang janda berusia 62 tahun. Setelah menikah dengan Rasulullah SAW, Ummu Salamah kelak banyak membantu Nabi dalam medan dakwah dan pendidikan bagi kaum perempuan.

Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan

Dalam pengembangan dakwah Islam yang masih sangat terbatas, umat Islam mendapat cobaan ketika salah seorang darinya, Ubaidillah bin Jahsy, murtad dan menjadi seorang Nasrani. Secara syar’i, murtadnya Ubaidillah ini menyebabkan haram dan putusnya ikatan suami-isteri dengan Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan. Untuk menyelamatkan akidah janda berusia 47 tahun ini, Rasulullah mengambil langkah cepat dengan menikahi Ummu Habibah. Kelak langkah Rasulullah SAW ini terbukti tepat dengan aktifnya Ummu Habibah di dalam menunjang dakwah Islam.

Juwairiyyah binti Al-Harits al-Khuzaiyyah

Juwairiyyah adalah seorang janda berusia 65 tahun dengan 17 anak. Perempuan ini merupakan budak dan tawanan perang yang dibebaskan Rasulullah. Setelah dibebaskan Rasulullah SAW, Juwairiyyah dengan ke-17 orang anaknya tentu akan kebingungan karena dia sama sekali tidak memiliki seorang kerabat pun. Allah SWT memerintahkan Nabi SAW agar menikahi perempuan ini sebagai petunjuk agar manusia mau membebaskan budak dan memerdekakannya dari perbudakan dan penghambaan kepada selain Allah SWT.

Shafiyyah binti Hayyi Akhtab

Setahun setelahnya, saat berusia 58 tahun, Rasulullah kembali menikahi Shafiyah binti Hayyi Akhtab, seorang janda dua kali berusia 53 tahun dan memiliki 10 orang anak dari pernikahan sebelumnya. Shafiyyah merupakan seorang perempuan Muslimah dari kabilah Yahudi Bani Nadhir. KeIslaman Shafiyyah diboikot orang-orang Yahudi lainnya. Untuk menolong janda tua dengan 10 orang anak inilah Rasulullah SAW menikahinya.

Maimunah binti Al-Harits

Dakwah Islam tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang Arab semata, tetapi juga kepada manusia lainnya termasuk kepada orang-orang Yahudi. Sebab itu, Rasulullah kemudian menikahi Maimunah binti Al-Harits, seorang janda berusia 63 tahun, yang berasal dari kabilah Yahudi Bani Kinanah. Pernikahan ini dilakukan semata untuk mengembangkan dakwah Islam di kalangan Yahudi Bani Nadhir.

Zainab binti Khuzaimah bin Harits

Zainab binti Khuzaimah merupakan seorang janda bersuia 50 tahun yang sangat dermawan dan banyak mengumpulkan anak-anak yatim, orang-orang lemah, serta para fakir miskin di rumahnya, sehingga masyarakat sekitar menjulukinya sebagai “Ibu Fakir Miskin”. Guna mendukung secara aktif aktivitas janda tua ini maka Rasulullah menikahinya. Dengan pernikahannya ini Rasulullah ingin mencontohkan kepada umat-Nya agar mau bersama-sama menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang lemah, bahkan dengan hidup dan kehidupannya sendiri.

Mariyah al-Kibtiyyah

Setelah delapan pernikahannya dengan para janda-janda tua dengan banyak anak, barulah Rasulullah SAW menikahi seorang gadis bernama Mariyah al-Kibtiyah. Namun pernikahannya ini pun bertujuan untuk memerdekakan Mariyah dan menjaga iman Islamnya. Mariyah merupakan seorang budak berusia 25 tahun yang dihadiahkan oleh Raja Muqauqis dari Iskandariyah Mesir.

Hafshah binti Umar bin Khattab

Dia merupakan puteri dari Umar bin Khattab, seorang janda pahlawan perang Uhud yang telah berusia 35 tahun. Allah SWT memerintahkan Rasulullah untuk menikahi perempuan mulia ini karena Hafshah merupakan salah seorang perempuan pertama di dalam Islam yang hafal dengan seluruh surat dan ayat al-Qur’an (Hafidzah). Pernikahan ini dimaksudkan agar keotentikan al-Qur’an bisa tetap terjaga.

Aisyah binti Abu Bakar

Puteri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq ini merupakan seorang perempuan muda yang cantik, cerdas, dan penuh izzah. Allah SWT memerintahkan langsung kepada Rasululah SAW agar menikahi gadis ini. Pernikahan Rasululah dengan Aisyah r. A. Merupakan perintah langsung Allah SWT kepada Rasulullah SAW lewat mimpi yang sama tiga malam berturut-turut (Hadits Bukhari Muslim). Tentang usia pernikahan Aisyah yang katanya masih berusia 9 tahun, ini hanya berdasar satu hadits dhaif yang diriwayatkan oleh Hisyam bin ‘Urwah saat beliau sudah ada di Iraq, dalam usia yang sangat tua dan daya ingatnya sudah jauh menurun. Mengenai Hisyam, Ya’qub ibn Syaibah berkata, “Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang dipaparkannya ketika ia sudah pindah ke Iraq. ” Malik ibnu anas pun menolak segala penuturan Hisyam yang sudah berada di Iraq.

Oleh para orientalis, hadits dhaif ini sengaja dibesar-besarkan untuk menjelek-jelekan Rasulullah SAW. Padahal menurut kajian-kajian semacam al-Maktabah Al-Athriyyah (jilid 4 hal 301) dan juga kajian perjalanan hidup keluarga dan anak-anak dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, maka akan diperoleh keterangan kuat bahwa Asiyah sesungguhnya telah berusia 19-20 tahun ketika menikah dengan Rasululah SAW. Suatu usia yang cukup matang uhtuk menikah.

Bagi yang mau lebih jauh menelusuri tentang keterangan ini silakan menelusuri Tarikh al-Mamluk (Jilid 4, hal. 50) dari at-Thabari, Muassasah al-Risalah (Jilid. 2 hal. 289) dari Al-Zahabi, dan sumber-sumber ini dituliskan kembali oleh Dr. M. Syafii Antonio, M. Ec dalam buku “The Super Leader Super Manager: Learn How to Succeed in Business & Life From The Best Example” (ProLM;Agustus 2007). Jadi tidak benar tudingan dan fitnah para orientalis bahwa Rasulullah menikahi Aisyah di saat gadis itu masih berusia sangat belia.

Inilah pernikahan-pernikahan agung yang dilakukan Rasulullah SAW. Beliau banyak menikahi para janda tua dengan banyak anak sebelum menikah dengan dua gadis (Mariyyah dan Aisyah), itu pun atas perintah Allah SWT dan di saat usia Beliau sudah tidak muda lagi. Poligami yang diajarkan, yang disunnahkan Rasulullah SAW adalah poligami yang berdasarkan syariat yang sejati, bukan berdasar akal-akalan, bukan berdasarkan syahwat yang berlindung di balik ayat-ayat Allah SWT.

Jika sekarang banyak sekali orang-orang Islam yang melakukan poligami, mengambil isteri kedua, isteri ketiga, dan isteri keempat, yang semuanya masih gadis, cantik, muda usia, dan sesungguhnya tidak berada dalam kondisi yang memerlukan pertolongan darurat terkait keimanannya, maka hal itu berpulang kepada mereka masing-masing. Adakah poligami yang demikian itu sesuai dengan poligami yang dilakukan dan dijalani Rasululah SAW? Silakan tanya pada hati nurani masing-masing, karena hati nurani tidak pernah mampu untuk berbohong. Wallahu’alam bishawab. (Rizki/tamat)

sumber:

http://www.eramuslim.com/berita/tha/
7a15195947-rasulullah-baru-poligami-usia-51-tahun-tamat.htm

31 October 2007

the time


Sebagian orang tertipu oleh waktu luang, dan kadang bingung memanfaatkannya.


Kalau yang sudah terjadwal, pasti tidak akan tersisa waktu luang. Hanya saja, untuk apa waktu luang tersebut dimasukkan dalam jadwal, ini yang masih disepelekan orang. Seperti yang banyak kita alami sendiri atau jumpai, kebanyakan dari kita menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak manfaat sama sekali. Bahkan mungkin lebih banyak membawa keburukan (mudharat).


Kalau jeli memanfaatkan waktu, niscaya keuntungan yang didapatkan dari pemanfaatan waktu luang ini akan sangat besar. Jika tiap manusia di Indonesia ini sanggup mengisi waktu luang mereka dengan sesuatu yang berarti, entah bagi diri sendiri atau orang lain, Indonesia sudah berganti nasib, deh, insya Allah....


Tiap detik itu berharga karena malaikat maut tidak akan menyimpan detik untuk menunda kematian kita, dan malaikat amaliah tidak melepas pengamatan dari apa yang kita lakukan, sementara Allah Maha Tahu apa yang dilahirkan oleh hati kita, walau selirih apapun dia berbisik.


Tiap detik itu sangat bernilai dalam sepakbola, seperti juga sama berharganya dalam pertempuran, di mana satu detik bisa bermakna membunuh atau terbunuh lebih dulu. Coba bayangkan, kalau saja seorang prajurit, yang sekarang terbaring di rumah sakit, tidak bergeser beberapa centi ke kiri dalam satu sepersekian detik, peluru itu mungkin sudah melabrak jantung, merampas nyawanya seketika. Untung saja hanya merobek otot bisepnya dan loloslah ia dari satu sepersekian detik kematian.


Dalam dunia balap, bahkan tiap tikungan yang dilalui adalah harta berharga. Sedikit saja bergeser dari racing line tercepatnya, seorang pembalap dimungkinkan kehilangan posisi. Sedikit saja terlambat menarik gas, bisa-bisa penyesalan yang menghadang di akhir balapan. MotoGP, Formula1, bahkan balap kuda, tahu betul betapa berharganya potongan waktu ini.


Akhir kata, jangan pernah tertipu waktu luang, sobat! Semua orang dikasih 24 jam. Waktu yang sama banyaknya untuk menghasilkan sesuatu bagi hidup kita!

ingat-ingat


Manusia itu punya sifat dasar pelupa, tidak seperti Allah Yang Maha Mengingat. Oleh karena itu, ada baiknya sebagai manusia kita harus terus berusaha mengingatkan, entah kepada diri sendiri, atau orang lain, supaya senantiasa terus berjuang menetapi agama yang sudah lurus ini. Jangan sampai iman dan ketaqwaan menurun, apalagi hilang. Na'udzubillahi mindzaalik..


Maka, seberapa pun orang-orang bosan dengan suatu pesan, sebenarnya niatnya baik kaerna untuk mengingatkan kita. Ini akan menguji kita. Orang beriman akan terus diuji. Dan seberapa ulet dan sabar dia menghadapinya, maka sebesar itulah (bahkan lebih besar lagi) balasan dari Allah nantinya....



Semoga penikmat blog tidak bosan dengan peringatan-peringatan kecil dari saya...

30 October 2007

Posting Pertama


Assalamu'alaikum


This is my very first posting! Sebenarnya udah pernah punya akun di blogger juga, tapi lama ga dibuka, karena dah punya akun blog di fs... Semoga blog ini tetap mendekatkan saya sama Allah, jangan sampai nggak! Kalau ternyata menjauhkan, saya mending ngga posting-posting lagi...

Pada dasarnya, manusia itu asalnya (fitrahnya) sama semua... Tapi mereka terpancang pada emosi mereka masing-masing.. Mereka sangat percaya dengan kata hati (yang belum tentu kata hati) yang selalu mereka jadikan tempat bertanya bagi naluri...

Hal yang berbeda akan terjadi kalau hati mereka sudah betul-betul bersih dari segala noda dan kotoran penyebar penyakit. Dan bagi mereka yang mau mempelajari Islam dengan cermat, teliti, berhati-hati, bijak, dan tentu, kalau perlu, mendapat bimbingan dari yang lebih ahli, dan yang paling penting, selalu minta petunjuk dari Allah, Insya Allah, Allah akan memberikan jalan, membukakan pintu, menunjukkan di mana arah yang tepat menuju-Nya...


Tapi sayang, beberapa manusia kurang sabar. Mereka lebih suka memuaskan jiwa mereka dengan dunia. Mereka merasa bosan dengan apa yang ada di bawah ketentuan Islam. Itu karena hati mereka masih menyisakan harapan untuk ikut memiliki dunia. Mumpung masih punya usia, katanya. Mumpung masih dikasih ksempatan berjalan-jalan di dunia. Mereka pikir, jangan sampai dunia ini disia-siakan karena hanya sekali hidup.

Ada juga yang sebenarnya pintar memandang dunia ini. Dia sudah mendapatkan apa sebenarnya yang ia cari. Ia sudah tahu kebenaran di depan mata. Dia merasakan sendiri keberadaan alam sebagai penunjuk jalan baginya. Tapi dia enggan membuka hatinya lebih lebar lagi. Pintu hatinya terbuka sempit menyisakan tempat untuk mengintip kebenaran hakiki yang selalu ia dambakan. Tapi ia tetap malas membukanya. Ia takut meninggalkan apa yang ia senangi dari dunia ini. Ia tidak ingin meninggalkannya karena ia merasa hatinya selalu terpuaskan oleh dunianya dan itu sangat sulit untuk dihentikan...

Tidakkah mereka pikir, ada kepuasan lain yang jauuuuh lebih kekal. Yang perbandingannya bahkan hanya setetes air dibandingkan dengan segenap air laut. Kesenangan yang ia dapat di dunia ini tidak ada artinya sama sekali kalau ia sudah tahu kesenangan di akhirat nanti. Di sinilah ujian keimanan seseorang. Apakah ia mau memelihara kepercayaannya akan janji ini?? Kalau ia memang mau berjuang untuk itu, maka ia tidak akan kecewa dengan janji Allah. Bagi kekasih Allah sejati, menjumpai Wajah Allah adalah segala-galanya, bahkan melebihi kerinduannya akan kenikmatan Surga dan ketakutannya akan siksa Neraka.

Jawabnya, adalah hati.... Carilah obat penyembuh hati... Kalau sudah ketemu, layaknya resep dokter, patuhilah semuanya. Laksanakan dengan istiqomah dan jagalah hati itu dari pantangan-pantangan yang ada.

Jangan dikira menjaga hati itu mudah... Tapi apapun bisa dilakukan atas Izin Allah... Tentu setelah ikhtiar kita yang istiqomah, dong....

Wassalamu'alaikum

Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019

Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...