15 December 2007
Pentingnya Olahraga
Apa yang kamu pikirin kalo kamu disuruh olahraga? Kecuali emang udah punya rasa cinta yang besar terhadap olahraga, pasti kita rata-rata nggak ada yang mau olahraga. Usia-usia sekolah jelas lebih menguntungkan secara formalitas karena mereka emang punya agenda rutin melaksakan olahraga, entah senam setiap minggu sekali buat seluruh sekolah, atau berupa materi pelajaran buat siswanya. Tapi buat yang udah nggak nyium bangku sekolah lagi, aktivitas olahraga jadi barang langka. Kegiatan sehari-hari orang awam sedikit yang nyenggol urusan olahraga. Sebagian besar emang menyita fisik, tapi dibandingkan olahraga, jelas berbeda esensinya, dong.
Kata teman saya, yang didengarnya langsung dari seorang dokter, profesi apapun, walaupun membuat napas kita tersengal-sengal dan keringat mengucur deras, tetap tidak bisa disamakan khasiatnya dengan olahraga. Jadi, sekalipun tangan kita sehari-harinya dipake buat ngulek adonan martabak satu ember, sampe kaos dibanjiri peluh (bauu!!), tetep aja beda ma kaki-kaki kita yang dipake lari-lari ringan di lapangan tiap Minggu pagi.
Intinya, jiwa yang dipaksa melakukan rutinitas bekerja dengan jiwa yang terbawa aktivitas olahraga akan membawa suasana yang berbeda. Tau sendiri, lah, orang yang berolahraga biasanya kaya gimana... Mereka biasanya mengajak teman, keluarga, pasangan, hewan peliharaan, dll. Kondisi ini akan meringankan pikiran mereka karena terbantu canda tawa yang sering menghiasi selama berolahraga. Lingkungan tempat mereka berolahraga juga menjadi hal yang penting untuk membantu menjernihkan pekatnya benak setelah -- misalnya -- 6 hari bekerja.
Nah, kalo bekerja, kan beda lagi. Bekerja ya biasanya di tempat yang itu-itu aja. Sama orang yang itu-itu aja. Bikin hati sumpek dan pasti jenuh. Ditambah sama atasan yang marah-marah melulu. Ato kalo kita atasannya, berarti bawahannya yang ngeyel mulu. Apalagi pekerjaan terus memburu untuk cepat dikelarin. Wah, stress banget pokoknya! Sebagai pengecualian, atlet-atlet olahraga umumnya sudah bisa mengatur suasana jiwa mereka, sehingga stress bisa diminimalisir selama mengerjakan profesi-olahraga mereka.
Tetep aja yang namanya manusia ya rentan stress. Dan olahraga emang cuma salah satu terapi termurah, terpraktis yang bisa dilakuin untuk ngatasin stress. Tak lupa, kesehatan raga pasti didapat jika kita rutin dan enjoy berolahraga. Men sana in corpore sano.
Kata teman saya, yang didengarnya langsung dari seorang dokter, profesi apapun, walaupun membuat napas kita tersengal-sengal dan keringat mengucur deras, tetap tidak bisa disamakan khasiatnya dengan olahraga. Jadi, sekalipun tangan kita sehari-harinya dipake buat ngulek adonan martabak satu ember, sampe kaos dibanjiri peluh (bauu!!), tetep aja beda ma kaki-kaki kita yang dipake lari-lari ringan di lapangan tiap Minggu pagi.
Intinya, jiwa yang dipaksa melakukan rutinitas bekerja dengan jiwa yang terbawa aktivitas olahraga akan membawa suasana yang berbeda. Tau sendiri, lah, orang yang berolahraga biasanya kaya gimana... Mereka biasanya mengajak teman, keluarga, pasangan, hewan peliharaan, dll. Kondisi ini akan meringankan pikiran mereka karena terbantu canda tawa yang sering menghiasi selama berolahraga. Lingkungan tempat mereka berolahraga juga menjadi hal yang penting untuk membantu menjernihkan pekatnya benak setelah -- misalnya -- 6 hari bekerja.
Nah, kalo bekerja, kan beda lagi. Bekerja ya biasanya di tempat yang itu-itu aja. Sama orang yang itu-itu aja. Bikin hati sumpek dan pasti jenuh. Ditambah sama atasan yang marah-marah melulu. Ato kalo kita atasannya, berarti bawahannya yang ngeyel mulu. Apalagi pekerjaan terus memburu untuk cepat dikelarin. Wah, stress banget pokoknya! Sebagai pengecualian, atlet-atlet olahraga umumnya sudah bisa mengatur suasana jiwa mereka, sehingga stress bisa diminimalisir selama mengerjakan profesi-olahraga mereka.
Tetep aja yang namanya manusia ya rentan stress. Dan olahraga emang cuma salah satu terapi termurah, terpraktis yang bisa dilakuin untuk ngatasin stress. Tak lupa, kesehatan raga pasti didapat jika kita rutin dan enjoy berolahraga. Men sana in corpore sano.
Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019
Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...
-
Wah, susah.. Semakin modern suatu peradaban, semakin mudah segala sesuatunya direkayasa sehingga kebenaran menjadi kabur. Banyak yang tidak ...
-
"Tapi di sana, dia main film drama juga. Di Jepang itu artisnya lebih profesional, mereka siap untuk main di film apa saja," ujar ...