#DropdownMenu { background:#ff6803; border-radius:6px; width: 880px; height: 35px; font-size: 12px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; color:#FFFFFF; font-weight: bold; margin-bottom: 30px; padding: 2px; } #Dropdownbox { width: 875px; border-radius:6px; float: left; margin: 0; padding: 0; } #strike { border-radius:6px; margin: 0; padding: 0; } #strike ul { border-radius:6px; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li { border-radius:6px; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li a, #strike li a:link, #strike li a:visited { border-radius:6px; color:#FFFFFF; display: block; font-size: 16px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; } #strike li a:hover, #strike li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; text-decoration: none; } #strike li li a, #strike li li a:link, #strike li li a:visited { border-radius:6px; background:#ff6803; width: 150px; color:#FFFFFF; font-size: 14px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; float: none; margin: 0; padding: 7px 10px; border-bottom: 1px solid #FFF; border-left: 1px solid #FFF; border-right: 1px solid #FFF; } #strike li li a:hover, #strike li li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; padding: 7px 10px; } #strike li { border-radius:6px; float: left; padding: 0; } #strike li ul { border-radius:6px; z-index: 9999; position: absolute; left: -999em; height: auto; width: 170px; margin: 0; padding: 0; } #strike li ul a { border-radius:6px; width: 140px; } #strike li ul ul { border-radius:6px; margin: -32px 0 0 171px; } #strike li:hover ul ul, #strike li:hover ul ul ul, #strike li.sfhover ul ul, #strike li.sfhover ul ul ul { border-radius:6px; left: -999em; } #strike li:hover ul, #strike li li:hover ul, #strike li li li:hover ul, #strike li.sfhover ul, #strike li li.sfhover ul, #strike li li li.sfhover ul { border-radius:6px; left: auto; } #strike li:hover, #strike li.sfhover { border-radius:6px; position: static; }

09 January 2009

Manusia= Binatang + Akal

Kalau kita bicara manusia hanya dengan fisik dan nafsunya saja, tanpa melibatkan yang lain, bisa dibilang itulah wujud hewan paling sempurna (menurut saya). Dan bagaimanapun, memang manusia itu binatang (karena itu, digolongkan dalam Primata). Yang membedakan adalah manusia dikarunia akal. Itulah puncak Kasih Sayang dari Allah, Pencipta manusia..

Maka, sudah sepatutnya kita tidak terlalu cenderung kepada tubuh kita. Kita tidak layak menempatkan fisik sebagai prioritas pertama dan segala-galanya. Kita harus seimbang, antara fisik, mental, dan tentu saja, hati.

Tapi, kenyataannya, berjuta-juta orang sekarang sedang mengalami kelalaian super dahsyat. Akibat media massa yang juga terus membombardir dengan iklan-iklan pemuas kebutuhan fisikal, manusia menjadi terlalu condong memanjakan tubuh.

Maka, hari ini, lahirlah pria-pria pesolek. Mereka mempertontonkan tubuh, berkaos ketat, lalu berjalan di jalanan. Mereka bangga ketika orang-orang memandang. Sebaliknya, orang lain pun merasa takjub, kagum, sekaligus kemudian menjadi iri.

Lahirlah juga wanita-wanita pesolek. Mereka berkaos ketat. Berbaju mini. Betis-betis mulus diperlihatkan. Belahan dada tak malu dipamerkan. Cara berjalan pun dibuat semenarik mungkin. Tak heran, kalau sekarang juga banyak penyanyi-penyanyi yang betul-betul memanfaatkan modal tubuh dan suara untuk "menjual diri". Mereka berbusana "waaah.." dan bersuara "[tanpa huruf 'w', tak beda jauh]". Sangat tipis bedanya dengan pelacur.

Televisi, majalah, radio, tak henti-hentinya merayu manusia untuk mempercantik-memperganteng diri..

Tidakkah mereka sadar? renungkan sejenak.. mereka tak ubahnya seperti binatang.. tak punya akal.. yang dipunya hanya hawa nafsu.. dengan tubuh mereka, mereka saling berlomba menjadi yang paling menarik di dalam kelompok sesama jenisnya.. dan berlomba mendapatkan perhatian sebesar-besarnya dari lawan jenisnya.. tidakkah itu mirip binatang.. sampai-sampai akal kalah oleh nafsu.. sehingga nafsu bisa menaklukkan akal.. nafsu telah memaksa akal untuk berpikir keras bagaimana cara memuaskan kebutuhan tubuh ini..

Sungguh, tidak ada salahnya memperbagus diri. Yang salah adalah ketika memperbagus diri itu membuat kita menjadi terlihat ‘hina’ dan ‘murah’ di Mata Allah. Kita salah menempatkan untuk siapa kita memperbagus diri…Kita bukan binatang biasa. Sadarlah.. Kita punya akal.. Kita punya hati nurani.. Sungguh, mereka yang lalai benar-benar telah dimatikan hatinya oleh Allah.. Jangan sampai kita seperti itu.. Hanya kepada Allahlah kita semua akan kembali.. Dan kita akan bertanggung jawab atas semuanya..

Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019

Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...