
31 October 2007
the time

Sebagian orang tertipu oleh waktu luang, dan kadang bingung memanfaatkannya.
Kalau yang sudah terjadwal, pasti tidak akan tersisa waktu luang. Hanya saja, untuk apa waktu luang tersebut dimasukkan dalam jadwal, ini yang masih disepelekan orang. Seperti yang banyak kita alami sendiri atau jumpai, kebanyakan dari kita menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak manfaat sama sekali. Bahkan mungkin lebih banyak membawa keburukan (mudharat).
Kalau jeli memanfaatkan waktu, niscaya keuntungan yang didapatkan dari pemanfaatan waktu luang ini akan sangat besar. Jika tiap manusia di Indonesia ini sanggup mengisi waktu luang mereka dengan sesuatu yang berarti, entah bagi diri sendiri atau orang lain, Indonesia sudah berganti nasib, deh, insya Allah....
Tiap detik itu berharga karena malaikat maut tidak akan menyimpan detik untuk menunda kematian kita, dan malaikat amaliah tidak melepas pengamatan dari apa yang kita lakukan, sementara Allah Maha Tahu apa yang dilahirkan oleh hati kita, walau selirih apapun dia berbisik.
Tiap detik itu sangat bernilai dalam sepakbola, seperti juga sama berharganya dalam pertempuran, di mana satu detik bisa bermakna membunuh atau terbunuh lebih dulu. Coba bayangkan, kalau saja seorang prajurit, yang sekarang terbaring di rumah sakit, tidak bergeser beberapa centi ke kiri dalam satu sepersekian detik, peluru itu mungkin sudah melabrak jantung, merampas nyawanya seketika. Untung saja hanya merobek otot bisepnya dan loloslah ia dari satu sepersekian detik kematian.
Dalam dunia balap, bahkan tiap tikungan yang dilalui adalah harta berharga. Sedikit saja bergeser dari racing line tercepatnya, seorang pembalap dimungkinkan kehilangan posisi. Sedikit saja terlambat menarik gas, bisa-bisa penyesalan yang menghadang di akhir balapan. MotoGP, Formula1, bahkan balap kuda, tahu betul betapa berharganya potongan waktu ini.
Akhir kata, jangan pernah tertipu waktu luang, sobat! Semua orang dikasih 24 jam. Waktu yang sama banyaknya untuk menghasilkan sesuatu bagi hidup kita!
ingat-ingat
Manusia itu punya sifat dasar pelupa, tidak seperti Allah Yang Maha Mengingat. Oleh karena itu, ada baiknya sebagai manusia kita harus terus berusaha mengingatkan, entah kepada diri sendiri, atau orang lain, supaya senantiasa terus berjuang menetapi agama yang sudah lurus ini. Jangan sampai iman dan ketaqwaan menurun, apalagi hilang. Na'udzubillahi mindzaalik..
Maka, seberapa pun orang-orang bosan dengan suatu pesan, sebenarnya niatnya baik kaerna untuk mengingatkan kita. Ini akan menguji kita. Orang beriman akan terus diuji. Dan seberapa ulet dan sabar dia menghadapinya, maka sebesar itulah (bahkan lebih besar lagi) balasan dari Allah nantinya....
Semoga penikmat blog tidak bosan dengan peringatan-peringatan kecil dari saya...
30 October 2007
Posting Pertama

Assalamu'alaikum
This is my very first posting! Sebenarnya udah pernah punya akun di blogger juga, tapi lama ga dibuka, karena dah punya akun blog di fs... Semoga blog ini tetap mendekatkan saya sama Allah, jangan sampai nggak! Kalau ternyata menjauhkan, saya mending ngga posting-posting lagi...
Pada dasarnya, manusia itu asalnya (fitrahnya) sama semua... Tapi mereka terpancang pada emosi mereka masing-masing.. Mereka sangat percaya dengan kata hati (yang belum tentu kata hati) yang selalu mereka jadikan tempat bertanya bagi naluri...
Hal yang berbeda akan terjadi kalau hati mereka sudah betul-betul bersih dari segala noda dan kotoran penyebar penyakit. Dan bagi mereka yang mau mempelajari Islam dengan cermat, teliti, berhati-hati, bijak, dan tentu, kalau perlu, mendapat bimbingan dari yang lebih ahli, dan yang paling penting, selalu minta petunjuk dari Allah, Insya Allah, Allah akan memberikan jalan, membukakan pintu, menunjukkan di mana arah yang tepat menuju-Nya...
Tapi sayang, beberapa manusia kurang sabar. Mereka lebih suka memuaskan jiwa mereka dengan dunia. Mereka merasa bosan dengan apa yang ada di bawah ketentuan Islam. Itu karena hati mereka masih menyisakan harapan untuk ikut memiliki dunia. Mumpung masih punya usia, katanya. Mumpung masih dikasih ksempatan berjalan-jalan di dunia. Mereka pikir, jangan sampai dunia ini disia-siakan karena hanya sekali hidup.
Ada juga yang sebenarnya pintar memandang dunia ini. Dia sudah mendapatkan apa sebenarnya yang ia cari. Ia sudah tahu kebenaran di depan mata. Dia merasakan sendiri keberadaan alam sebagai penunjuk jalan baginya. Tapi dia enggan membuka hatinya lebih lebar lagi. Pintu hatinya terbuka sempit menyisakan tempat untuk mengintip kebenaran hakiki yang selalu ia dambakan. Tapi ia tetap malas membukanya. Ia takut meninggalkan apa yang ia senangi dari dunia ini. Ia tidak ingin meninggalkannya karena ia merasa hatinya selalu terpuaskan oleh dunianya dan itu sangat sulit untuk dihentikan...
Tidakkah mereka pikir, ada kepuasan lain yang jauuuuh lebih kekal. Yang perbandingannya bahkan hanya setetes air dibandingkan dengan segenap air laut. Kesenangan yang ia dapat di dunia ini tidak ada artinya sama sekali kalau ia sudah tahu kesenangan di akhirat nanti. Di sinilah ujian keimanan seseorang. Apakah ia mau memelihara kepercayaannya akan janji ini?? Kalau ia memang mau berjuang untuk itu, maka ia tidak akan kecewa dengan janji Allah. Bagi kekasih Allah sejati, menjumpai Wajah Allah adalah segala-galanya, bahkan melebihi kerinduannya akan kenikmatan Surga dan ketakutannya akan siksa Neraka.
Jawabnya, adalah hati.... Carilah obat penyembuh hati... Kalau sudah ketemu, layaknya resep dokter, patuhilah semuanya. Laksanakan dengan istiqomah dan jagalah hati itu dari pantangan-pantangan yang ada.
Jangan dikira menjaga hati itu mudah... Tapi apapun bisa dilakukan atas Izin Allah... Tentu setelah ikhtiar kita yang istiqomah, dong....
Wassalamu'alaikum
This is my very first posting! Sebenarnya udah pernah punya akun di blogger juga, tapi lama ga dibuka, karena dah punya akun blog di fs... Semoga blog ini tetap mendekatkan saya sama Allah, jangan sampai nggak! Kalau ternyata menjauhkan, saya mending ngga posting-posting lagi...
Pada dasarnya, manusia itu asalnya (fitrahnya) sama semua... Tapi mereka terpancang pada emosi mereka masing-masing.. Mereka sangat percaya dengan kata hati (yang belum tentu kata hati) yang selalu mereka jadikan tempat bertanya bagi naluri...
Hal yang berbeda akan terjadi kalau hati mereka sudah betul-betul bersih dari segala noda dan kotoran penyebar penyakit. Dan bagi mereka yang mau mempelajari Islam dengan cermat, teliti, berhati-hati, bijak, dan tentu, kalau perlu, mendapat bimbingan dari yang lebih ahli, dan yang paling penting, selalu minta petunjuk dari Allah, Insya Allah, Allah akan memberikan jalan, membukakan pintu, menunjukkan di mana arah yang tepat menuju-Nya...
Tapi sayang, beberapa manusia kurang sabar. Mereka lebih suka memuaskan jiwa mereka dengan dunia. Mereka merasa bosan dengan apa yang ada di bawah ketentuan Islam. Itu karena hati mereka masih menyisakan harapan untuk ikut memiliki dunia. Mumpung masih punya usia, katanya. Mumpung masih dikasih ksempatan berjalan-jalan di dunia. Mereka pikir, jangan sampai dunia ini disia-siakan karena hanya sekali hidup.
Ada juga yang sebenarnya pintar memandang dunia ini. Dia sudah mendapatkan apa sebenarnya yang ia cari. Ia sudah tahu kebenaran di depan mata. Dia merasakan sendiri keberadaan alam sebagai penunjuk jalan baginya. Tapi dia enggan membuka hatinya lebih lebar lagi. Pintu hatinya terbuka sempit menyisakan tempat untuk mengintip kebenaran hakiki yang selalu ia dambakan. Tapi ia tetap malas membukanya. Ia takut meninggalkan apa yang ia senangi dari dunia ini. Ia tidak ingin meninggalkannya karena ia merasa hatinya selalu terpuaskan oleh dunianya dan itu sangat sulit untuk dihentikan...
Tidakkah mereka pikir, ada kepuasan lain yang jauuuuh lebih kekal. Yang perbandingannya bahkan hanya setetes air dibandingkan dengan segenap air laut. Kesenangan yang ia dapat di dunia ini tidak ada artinya sama sekali kalau ia sudah tahu kesenangan di akhirat nanti. Di sinilah ujian keimanan seseorang. Apakah ia mau memelihara kepercayaannya akan janji ini?? Kalau ia memang mau berjuang untuk itu, maka ia tidak akan kecewa dengan janji Allah. Bagi kekasih Allah sejati, menjumpai Wajah Allah adalah segala-galanya, bahkan melebihi kerinduannya akan kenikmatan Surga dan ketakutannya akan siksa Neraka.
Jawabnya, adalah hati.... Carilah obat penyembuh hati... Kalau sudah ketemu, layaknya resep dokter, patuhilah semuanya. Laksanakan dengan istiqomah dan jagalah hati itu dari pantangan-pantangan yang ada.
Jangan dikira menjaga hati itu mudah... Tapi apapun bisa dilakukan atas Izin Allah... Tentu setelah ikhtiar kita yang istiqomah, dong....
Wassalamu'alaikum
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019
Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...
-
Wah, susah.. Semakin modern suatu peradaban, semakin mudah segala sesuatunya direkayasa sehingga kebenaran menjadi kabur. Banyak yang tidak ...
-
"Tapi di sana, dia main film drama juga. Di Jepang itu artisnya lebih profesional, mereka siap untuk main di film apa saja," ujar ...