
This is my very first posting! Sebenarnya udah pernah punya akun di blogger juga, tapi lama ga dibuka, karena dah punya akun blog di fs... Semoga blog ini tetap mendekatkan saya sama Allah, jangan sampai nggak! Kalau ternyata menjauhkan, saya mending ngga posting-posting lagi...
Pada dasarnya, manusia itu asalnya (fitrahnya) sama semua... Tapi mereka terpancang pada emosi mereka masing-masing.. Mereka sangat percaya dengan kata hati (yang belum tentu kata hati) yang selalu mereka jadikan tempat bertanya bagi naluri...
Hal yang berbeda akan terjadi kalau hati mereka sudah betul-betul bersih dari segala noda dan kotoran penyebar penyakit. Dan bagi mereka yang mau mempelajari Islam dengan cermat, teliti, berhati-hati, bijak, dan tentu, kalau perlu, mendapat bimbingan dari yang lebih ahli, dan yang paling penting, selalu minta petunjuk dari Allah, Insya Allah, Allah akan memberikan jalan, membukakan pintu, menunjukkan di mana arah yang tepat menuju-Nya...
Tapi sayang, beberapa manusia kurang sabar. Mereka lebih suka memuaskan jiwa mereka dengan dunia. Mereka merasa bosan dengan apa yang ada di bawah ketentuan Islam. Itu karena hati mereka masih menyisakan harapan untuk ikut memiliki dunia. Mumpung masih punya usia, katanya. Mumpung masih dikasih ksempatan berjalan-jalan di dunia. Mereka pikir, jangan sampai dunia ini disia-siakan karena hanya sekali hidup.
Ada juga yang sebenarnya pintar memandang dunia ini. Dia sudah mendapatkan apa sebenarnya yang ia cari. Ia sudah tahu kebenaran di depan mata. Dia merasakan sendiri keberadaan alam sebagai penunjuk jalan baginya. Tapi dia enggan membuka hatinya lebih lebar lagi. Pintu hatinya terbuka sempit menyisakan tempat untuk mengintip kebenaran hakiki yang selalu ia dambakan. Tapi ia tetap malas membukanya. Ia takut meninggalkan apa yang ia senangi dari dunia ini. Ia tidak ingin meninggalkannya karena ia merasa hatinya selalu terpuaskan oleh dunianya dan itu sangat sulit untuk dihentikan...
Tidakkah mereka pikir, ada kepuasan lain yang jauuuuh lebih kekal. Yang perbandingannya bahkan hanya setetes air dibandingkan dengan segenap air laut. Kesenangan yang ia dapat di dunia ini tidak ada artinya sama sekali kalau ia sudah tahu kesenangan di akhirat nanti. Di sinilah ujian keimanan seseorang. Apakah ia mau memelihara kepercayaannya akan janji ini?? Kalau ia memang mau berjuang untuk itu, maka ia tidak akan kecewa dengan janji Allah. Bagi kekasih Allah sejati, menjumpai Wajah Allah adalah segala-galanya, bahkan melebihi kerinduannya akan kenikmatan Surga dan ketakutannya akan siksa Neraka.
Jawabnya, adalah hati.... Carilah obat penyembuh hati... Kalau sudah ketemu, layaknya resep dokter, patuhilah semuanya. Laksanakan dengan istiqomah dan jagalah hati itu dari pantangan-pantangan yang ada.
Jangan dikira menjaga hati itu mudah... Tapi apapun bisa dilakukan atas Izin Allah... Tentu setelah ikhtiar kita yang istiqomah, dong....
Wassalamu'alaikum