#DropdownMenu { background:#ff6803; border-radius:6px; width: 880px; height: 35px; font-size: 12px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; color:#FFFFFF; font-weight: bold; margin-bottom: 30px; padding: 2px; } #Dropdownbox { width: 875px; border-radius:6px; float: left; margin: 0; padding: 0; } #strike { border-radius:6px; margin: 0; padding: 0; } #strike ul { border-radius:6px; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li { border-radius:6px; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li a, #strike li a:link, #strike li a:visited { border-radius:6px; color:#FFFFFF; display: block; font-size: 16px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; } #strike li a:hover, #strike li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; text-decoration: none; } #strike li li a, #strike li li a:link, #strike li li a:visited { border-radius:6px; background:#ff6803; width: 150px; color:#FFFFFF; font-size: 14px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; float: none; margin: 0; padding: 7px 10px; border-bottom: 1px solid #FFF; border-left: 1px solid #FFF; border-right: 1px solid #FFF; } #strike li li a:hover, #strike li li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; padding: 7px 10px; } #strike li { border-radius:6px; float: left; padding: 0; } #strike li ul { border-radius:6px; z-index: 9999; position: absolute; left: -999em; height: auto; width: 170px; margin: 0; padding: 0; } #strike li ul a { border-radius:6px; width: 140px; } #strike li ul ul { border-radius:6px; margin: -32px 0 0 171px; } #strike li:hover ul ul, #strike li:hover ul ul ul, #strike li.sfhover ul ul, #strike li.sfhover ul ul ul { border-radius:6px; left: -999em; } #strike li:hover ul, #strike li li:hover ul, #strike li li li:hover ul, #strike li.sfhover ul, #strike li li.sfhover ul, #strike li li li.sfhover ul { border-radius:6px; left: auto; } #strike li:hover, #strike li.sfhover { border-radius:6px; position: static; }

29 January 2008

Mengingat Mati


"Kita selalu lupa bahwa mati tidak pernah lupa pada kita."

"We always forget that the death never forget the us."

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran: 145)

Kunjungan malaikat maut adalah satu hal yang pasti. Tak mungkin untuk dicegah, tak mungkin pula dipercepat kedatangannya. Apabila sudah datang ajalnya, tak mungkin lagi manusia itu bisa menolak walaupun berlindung di benteng terkuat sekalipun. Bahkan benteng itulah yang mungkin menjadi tempat terakhirnya untuk hidup.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,…” (QS An Nisa’: 78)

Dan apabila belum waktunya dijemput, seluruh dunia ini tidak akan mampu mematikan manusia. Sesungguhnya maut adalah urusan Allah, dan hanya akan menjemput manusia atas Izin-Nya semata.

Hidup di dunia hanyalah sebentar, sedangkan kampung akhirat, itulah tempat sebenarnya bagi manusia. Merugilah mereka yang tidak mau memanfaatkan dunia ini untuk bersiap pulang ke akhirat. Dunialah yang memanfaatkan mereka. Dunia telah menguasai mereka. Sementara itu, akhirat semakin jauh dari mereka. Menyebutnya bahkan mereka enggan. Setiap ada yang mengucap kata ‘mati’, segera saja mereka ‘menutup’ telinga mereka rapat-rapat.

Barang siapa yang menginginkan dunia, dan melupakan akhirat, maka Allah betul-betul akan Memberinya dunia dengan Mengambil bagian akhirat darinya. Ia mungkin akan memiliki banyak hal di dunia, namun takkan ada barang sedikit pun baginya kebahagiaan di akhirat. Sementara bagi mereka yang menginginkan akhirat, dan berusaha keras untuk memperolehnya, maka Allah akan Menyediakan bagian akhirat bagi mereka, dan Allah akan Memudahkan untuk mengambil bagian dunianya secara sempurna.

Kematian menjadi penutup pintu beramal. Kematian akan menyelesaikan urusan dunia, dan mengawali urusan akhirat. Kematian menjadi urusan kita sendiri, bukan teman kita, bukan adik kita, kakak kita, bukan pula urusan suami/istri kita, atau keluarga kita. Kitalah yang menjadi ‘penanggungjawab’ dalam kematian kita.

Ia datang untuk kita pribadi. Ia bisa datang kapan saja, di mana saja, dan pada saat apapun. Saat kita bekerja atau istirahat. Saat kita sakit atau sehat. Saat kita sedang berpunya atau tidak berpunya. Saat kita sedang di rumah atau dalam perjalanan. Saat kita sedang sholat atau menonton televisi. Saat kita bermaksiat atau beramal sholeh.

Ia tidak akan terpengaruh oleh tangis kita, kata-kata rengekan kita, atau karena teriakan dan rintihan kita. Tidak pula ia terpengaruh oleh harta kita. Baginya harta dunia itu tidak bernilai apa-apa dan tidak mampu menolak tujuan kedatangannya kepada kita. Ia hanya diutus oleh Allah, dan tidak berhak menunda-nunda kepulangan kita.

“Sering-seringlah mengingat pelenyap segala kenikmatan, yaitu kematian.” (HR At Tirmidzi dan yang lain.)

Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019

Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...