25 April 2008
Pelit?
Ya, boleh dijawab sesukanya, deh. Lagian saya tak ada data yang pasti untuk menyatakan 'seberapa banyak' yang pelit.
Saya hanya merasakannya dari diri saya sendiri dulu..
Yap, begitulah..
Masih bisa saya rasakan, sebagian dari diri saya seperti berbisik untuk berpikir ulang ketika akan menyerahkan begitu saja uang 5.000 ke kotak infaq. Rasanya berat sekali melepasnya..
Tapi lihatlah ketika berada di supermarket, warnet, ato tempat-tempat konsumtif lainnya. Rasanya ringan sekali mengeluarkan uang 10.000, 20.000, 50.000...
Sepertinya kita masih saja bermasalah dalam berhitung dengan Allah, Sang Maha Pengatur Rezeqi terhebat, Sang Penjamin Rezeqi setiap makhluk di muka bumi ini (bahkan cecak pun bisa menangkap nyamuk tanpa perlu obat nyamuk.. karena Allah telah Mengaturnya...)
Atau kita masih tidak tahu ke mana uang kita di kotak amal itu akan pergi?
Sayang sekali, tetapi Islam sama sekali tidak memiliki suatu badan tertinggi di mana uang kita berkumpul menjadi satu. Semua uang kita harus segera keluar menuju yang berhak. Uang kita tidak untuk Allah, uang kita untuk mereka, yang betul-betul membutuhkan.
Allah tidak memerlukan uang kita, tetapi Allah merindukan keikhlasan kita...
Mari kita terus belajar.. Perubahan adalah sebuah proses...
Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019
Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...
-
Wah, susah.. Semakin modern suatu peradaban, semakin mudah segala sesuatunya direkayasa sehingga kebenaran menjadi kabur. Banyak yang tidak ...
-
"Tapi di sana, dia main film drama juga. Di Jepang itu artisnya lebih profesional, mereka siap untuk main di film apa saja," ujar ...