09 January 2009
Manusia= Binatang + Akal
Maka, sudah sepatutnya kita tidak terlalu cenderung kepada tubuh kita. Kita tidak layak menempatkan fisik sebagai prioritas pertama dan segala-galanya. Kita harus seimbang, antara fisik, mental, dan tentu saja, hati.
Tapi, kenyataannya, berjuta-juta orang sekarang sedang mengalami kelalaian super dahsyat. Akibat media massa yang juga terus membombardir dengan iklan-iklan pemuas kebutuhan fisikal, manusia menjadi terlalu condong memanjakan tubuh.
Maka, hari ini, lahirlah pria-pria pesolek. Mereka mempertontonkan tubuh, berkaos ketat, lalu berjalan di jalanan. Mereka bangga ketika orang-orang memandang. Sebaliknya, orang lain pun merasa takjub, kagum, sekaligus kemudian menjadi iri.
Lahirlah juga wanita-wanita pesolek. Mereka berkaos ketat. Berbaju mini. Betis-betis mulus diperlihatkan. Belahan dada tak malu dipamerkan. Cara berjalan pun dibuat semenarik mungkin. Tak heran, kalau sekarang juga banyak penyanyi-penyanyi yang betul-betul memanfaatkan modal tubuh dan suara untuk "menjual diri". Mereka berbusana "waaah.." dan bersuara "[tanpa huruf 'w', tak beda jauh]". Sangat tipis bedanya dengan pelacur.
Televisi, majalah, radio, tak henti-hentinya merayu manusia untuk mempercantik-memperganteng diri..
Tidakkah mereka sadar? renungkan sejenak.. mereka tak ubahnya seperti binatang.. tak punya akal.. yang dipunya hanya hawa nafsu.. dengan tubuh mereka, mereka saling berlomba menjadi yang paling menarik di dalam kelompok sesama jenisnya.. dan berlomba mendapatkan perhatian sebesar-besarnya dari lawan jenisnya.. tidakkah itu mirip binatang.. sampai-sampai akal kalah oleh nafsu.. sehingga nafsu bisa menaklukkan akal.. nafsu telah memaksa akal untuk berpikir keras bagaimana cara memuaskan kebutuhan tubuh ini..
Sungguh, tidak ada salahnya memperbagus diri. Yang salah adalah ketika memperbagus diri itu membuat kita menjadi terlihat ‘hina’ dan ‘murah’ di Mata Allah. Kita salah menempatkan untuk siapa kita memperbagus diri…Kita bukan binatang biasa. Sadarlah.. Kita punya akal.. Kita punya hati nurani.. Sungguh, mereka yang lalai benar-benar telah dimatikan hatinya oleh Allah.. Jangan sampai kita seperti itu.. Hanya kepada Allahlah kita semua akan kembali.. Dan kita akan bertanggung jawab atas semuanya..
27 December 2008
Doaku...
Allah, aku ternyata lemah.. aku tak berdaya tanpa-Mu...
ternyata memang benar... bahwa tidak ada yang bisa merubah seseorang, melainkan orang itu sendiri.. dan aku merasakan susahnya merubah diri sendiri ini..
padahal aku pikir, aku sudah merubah banyak hal, aku sudah banyak mencari ilmu, aku sudah bergabung dengan banyak organisasi untuk membuka diriku lebih lebar, namun ternyata aku belum benar-benar berubah..
sungguh, ilmu yang selama ini kudapat memang belum banyak.. tapi sebenarnya, aku sadar, yang lebih penting adalah mengamalkan ilmu-ilmu itu sendiri.... kemauan untuk mengamalkan itulah yang lebih penting... kemauan untuk berubah itulah yang lebih penting.. tekad untuk berubah itulah yang seharusnya selalu ada dalam diri ini..
bukan banyak ilmu yang kudapat, bukan banyak tulisan yang kubuat, bukan pula banyak teman yang kuperoleh...
'azzam (kemauan) dan dawwam (konsisten) dalam memperbaiki diri harus terus dijaga..
ya Allah, kuatkan hatiku.. teguhkan hati ini di dalam Islam..
amin...
22 November 2008
Dunia vs Akhirat
Ada yang bilang kehidupan ini harus ter'kotomisasi'kan, entah itu di- atau tri-. Mereka berpendapat bahwa hidup ini harus terbagi rata... Sebagian untuk dunia, sebagian untuk akhirat, begitu...
Secara lahiriah, iya, memang begitu.. Secara dzohir, memang Allah memerintahkan kita untuk mencari bagian akhirat kita, tanpa melupakan bagian dunia kita. Kita punya bagian untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan untuk Allah...
Tetapi, secara batiniah, pada hakikatnya, sesungguhnya hidup ini hanyalah untuk akhirat semata.. Semua tindakan kita sebenarnya orientasinya adalah akhirat. Kita kuliah untuk menuntut ilmu, sebagai wujud syukur telah dikaruniai kemampuan berpikir (=ibadah). Juga sebagai wujud bakti kita kepada orang tua yang telah mendidik dan menafkahi kita (=ibadah). Kita ngenet pun juga akan dipertanggungjawabkan. Kita tidur pun bisa bernilai ibadah, atau dosa. Artinya, setiap amal kita bisa berpahala, atau sebaliknya, mengundang murka-Nya.
Wa maa kholaqtul jinnaa wal insaa illaa liya'buduun..
Siswa yang menuntut ilmu, ibu yang mengurusi rumah tangga, bapak yang pergi mencari nafkah, pada esensinya sebenarnya sebagai bentuk pengabdian mereka kepada yang telah menciptakan mereka dengan berbagai potensi kemanusiaannya...
So, niatkan setiap detik kita untuk beribadah, berbuat kebaikan. Hidup di dunia ini memang kendaraan. Kendaraan kita untuk beribadah, secara total.
Karena akhirat lebih abadi...
29 October 2008
Cinta tak Berbalas
Betapa kita telah menyia-nyiakan sholat kita, kita anggap sholat kita sekedar kewajiban yang harus segera ditunaikan. Tidak lebih dari itu...
Dan banyak hal lain dari Sisi-Nya yang kita remehkan, sementara kita malah terlalu mencintai dunia ini, yang pasti akan musnah, yang pasti tidak akan pernah kita miliki untuk selamanya.
Ya Allah, mampukan diriku untuk selalu lebih mencintai-Mu dari detik ke detik. Engkau telah banyak Mencintaiku, tapi aku sepertinya masih kurang sempurna membalas.
23 October 2008
Kaum atheis terus kampanye anti tuhan
Perjuangan kaum atheis untuk mengampanyekan anti-Tuhan terus dilakukan. Kabar terbaru, sekelompok kaum atheis di Inggris akan membeli puluhan badan bus yang beroperasi di Kota London untuk dipasangi iklan anti-Tuhan.
Koordinator kelompok itu telah mengumpulkan dana dengan memasang iklan di sebuah situs amal. Hasilnya luar biasa. Hanya dalam beberapa jam sejak iklan itu dimuat, mereka mengumpulkan dana 70.000 poundsterling (sekitar Rp 1,2 miliar). Itu tujuh kali lipat dari target semula. Para donatur, termasuk pakar biologi asal Oxford University, Richards Dawkins, yang mendonasikan dana 5.500 poundsterling.
Selanjutnya, dana itu akan digunakan untuk memasang poster-poster di 30 bus berwarna merah di London dengan slogan "Mungkin tidak ada Tuhan. Kini berhentilah mencemaskan diri dan menikmati hidup Anda."
Iklan itu akan diluncurkan selama empat pekan mulai Januari 2009. Namun, dengan banyaknya dana terkumpul, bisa jadi iklan akan diperpanjang. "Banyak orang mengatakan, mereka berusaha mengendalikan atheis seperti menggiring sekumpulan kucing. Dalam beberapa hari terakhir menunjukkan itu tidak benar," kata penulis komedi Ariane Sherine mengawali kampanye, Rabu (22/10).
Umumnya bus-bus di London membawakan poster iklan bagi supermarket atau film Hollywood. Namun, sejumlah kelompok keagamaan mulai memanfatkan wahana iklan itu dalam beberapa waktu lalu. Sejumlah gereja Kristen dan kelompok Muslim memasang poster berisi seruan beragama.
Rupanya Sherine dkk jengah dengan upaya mereka. Sherine geram setelah menyaksikan serangkian poster kaum Kristen di sejumlah bus awal tahun ini. Di sana disebutkan bahwa kaum atheis akan kekal dalam siksaan di neraka.
"Saya kira akan menjadi hal positif menandinginya. Jangan cemas, Anda tidak akan masuk neraka," kata Sherine (28). "Kaum atheis yakin ini satu-satunya hidup yang kami miliki dan kami seharusnya menikmatinya."
Asosiasi Humanis Inggris, kelompok yang mengoordinasikan pengumpulan dana iklan anti-Tuhan, mengatakan, kampanye mereka berjalan sukses. Mereka bahkan merencanakan menggelar kampanye serupa di Kota Manchester dan Edinburgh.
ONO
Sumber : AP
Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019
Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...
-
Wah, susah.. Semakin modern suatu peradaban, semakin mudah segala sesuatunya direkayasa sehingga kebenaran menjadi kabur. Banyak yang tidak ...
-
"Tapi di sana, dia main film drama juga. Di Jepang itu artisnya lebih profesional, mereka siap untuk main di film apa saja," ujar ...