#DropdownMenu { background:#ff6803; border-radius:6px; width: 880px; height: 35px; font-size: 12px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; color:#FFFFFF; font-weight: bold; margin-bottom: 30px; padding: 2px; } #Dropdownbox { width: 875px; border-radius:6px; float: left; margin: 0; padding: 0; } #strike { border-radius:6px; margin: 0; padding: 0; } #strike ul { border-radius:6px; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li { border-radius:6px; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #strike li a, #strike li a:link, #strike li a:visited { border-radius:6px; color:#FFFFFF; display: block; font-size: 16px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; } #strike li a:hover, #strike li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; text-decoration: none; } #strike li li a, #strike li li a:link, #strike li li a:visited { border-radius:6px; background:#ff6803; width: 150px; color:#FFFFFF; font-size: 14px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; float: none; margin: 0; padding: 7px 10px; border-bottom: 1px solid #FFF; border-left: 1px solid #FFF; border-right: 1px solid #FFF; } #strike li li a:hover, #strike li li a:active { border-radius:6px; background:#FFFFFF; color:#ff6803; padding: 7px 10px; } #strike li { border-radius:6px; float: left; padding: 0; } #strike li ul { border-radius:6px; z-index: 9999; position: absolute; left: -999em; height: auto; width: 170px; margin: 0; padding: 0; } #strike li ul a { border-radius:6px; width: 140px; } #strike li ul ul { border-radius:6px; margin: -32px 0 0 171px; } #strike li:hover ul ul, #strike li:hover ul ul ul, #strike li.sfhover ul ul, #strike li.sfhover ul ul ul { border-radius:6px; left: -999em; } #strike li:hover ul, #strike li li:hover ul, #strike li li li:hover ul, #strike li.sfhover ul, #strike li li.sfhover ul, #strike li li li.sfhover ul { border-radius:6px; left: auto; } #strike li:hover, #strike li.sfhover { border-radius:6px; position: static; }

23 October 2008

Kaum atheis terus kampanye anti tuhan

Perjuangan kaum atheis untuk mengampanyekan anti-Tuhan terus dilakukan. Kabar terbaru, sekelompok kaum atheis di Inggris akan membeli puluhan badan bus yang beroperasi di Kota London untuk dipasangi iklan anti-Tuhan.

Koordinator kelompok itu telah mengumpulkan dana dengan memasang iklan di sebuah situs amal. Hasilnya luar biasa. Hanya dalam beberapa jam sejak iklan itu dimuat, mereka mengumpulkan dana 70.000 poundsterling (sekitar Rp 1,2 miliar). Itu tujuh kali lipat dari target semula. Para donatur, termasuk pakar biologi asal Oxford University, Richards Dawkins, yang mendonasikan dana 5.500 poundsterling.

Selanjutnya, dana itu akan digunakan untuk memasang poster-poster di 30 bus berwarna merah di London dengan slogan "Mungkin tidak ada Tuhan. Kini berhentilah mencemaskan diri dan menikmati hidup Anda."

Iklan itu akan diluncurkan selama empat pekan mulai Januari 2009. Namun, dengan banyaknya dana terkumpul, bisa jadi iklan akan diperpanjang. "Banyak orang mengatakan, mereka berusaha mengendalikan atheis seperti menggiring sekumpulan kucing. Dalam beberapa hari terakhir menunjukkan itu tidak benar," kata penulis komedi Ariane Sherine mengawali kampanye, Rabu (22/10).

Umumnya bus-bus di London membawakan poster iklan bagi supermarket atau film Hollywood. Namun, sejumlah kelompok keagamaan mulai memanfatkan wahana iklan itu dalam beberapa waktu lalu. Sejumlah gereja Kristen dan kelompok Muslim memasang poster berisi seruan beragama.

Rupanya Sherine dkk jengah dengan upaya mereka. Sherine geram setelah menyaksikan serangkian poster kaum Kristen di sejumlah bus awal tahun ini. Di sana disebutkan bahwa kaum atheis akan kekal dalam siksaan di neraka.

"Saya kira akan menjadi hal positif menandinginya. Jangan cemas, Anda tidak akan masuk neraka," kata Sherine (28). "Kaum atheis yakin ini satu-satunya hidup yang kami miliki dan kami seharusnya menikmatinya."

Asosiasi Humanis Inggris, kelompok yang mengoordinasikan pengumpulan dana iklan anti-Tuhan, mengatakan, kampanye mereka berjalan sukses. Mereka bahkan merencanakan menggelar kampanye serupa di Kota Manchester dan Edinburgh.


ONO
Sumber : AP

10 October 2008

Allah Maha Menutupi Aib

Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Meliputi segala sesuatu.. Engkaulah Yang Maha Menutupi aib.. maka tutuplah aibku.. sungguh seandainya aibku Engkau tampakkan, aku ragu apakah aku masih mau hidup dan memperlihatkan diriku di hadapan manusia, apalagi di Hadapan-Mu, ya Allah..

Jangan pernah lelah mengampuniku..

Astaghfirullah..

Astaghfirullah..

Astaghfirullah..

Hindarkan aku dari syirik yang tampak maupun yang tersembunyi..
jauhkan aku dari menzholimi dan dizholimi orang lain..
jauhkan aku dari kekufuran dan kefakiran..

Engkau Maha Mendengar, maka kabulkanlah doa hamba-Mu yang lemah dan hina ini...

Amin...

09 September 2008

The Danger of Partial Comprehension (in Everything)

I am a Muslim, and it has become my responsibility to tell everyone the truth about Islam since I know, I see, I hear, and I feel everything inside Islam by myself.

It's very sad that many people outside (even inside Islam; Muslim) have a misconception about Islam. You know, terrorist, violence, abuse, etc (and you can add yourself).

When you are shown, for example, a pizza, do you judge it before you eat it? Or you try eating it first, and then you judge it?

Or, if you eat that pizza, do you look carefully at what you want to eat? Or you just take 'something' from the pizza into your mouth?

Or maybe there's someone giving that pizza's stuff, and you just swallow it without checking: what stuff given to you is, and who (the man) giving it is..

Why, it's important, friend!

Let's think carefully, what so far we have been thinking about Islam?

Partial, incomplete, or whatever it's called, is really dangerous when we want to understand something (and also someone).

We need to take a complete comprehension.

Don't judge a book by its cover. Judge it by its cover+content+author....

Let's learn Islam wholly, wisely, correctly, objectively...

Ukuran kebenaran suatu informasi

Wah, susah..

Semakin modern suatu peradaban, semakin mudah segala sesuatunya direkayasa sehingga kebenaran menjadi kabur. Banyak yang tidak mampu mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya..

Ketika orang-orang semakin tidak karuan, semakin merindukan kebenaran, menginginkan kebahagiaan, mereka justru tidak mampu mendapatkannya. Ini dikarenakan setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam kecerdasannya.

Kalau kita memakan suatu hidangan, tapi yang kita ambil misalnya ternyata hanya cabe rawitnya saja, maka yang akan terasa adalah pedas. Sebaliknya, kalau yang kita ambil melulu dagingnya saja, maka yang terasa juga nikmatnya saja. Pemahaman yang menyeluruh akan jauh lebih membuat kita mengerti. Pemahaman yang secuil-secuil saja adalah sangat berbahaya. Kita tidak mampu dan mau membedakan mana yang perlu dipahami, mana yang masih perlu dicari pendalamannya, dan mana yang tidak perlu disentuh sama sekali.

Pandangan yang luas, tidak sempit, akan memberikan kita banyak ruang untuk bernafas lega. Prasangka-prasangka yang mendahului pikiran hanya akan semakin memperburuk dan mempersempit ruang gerak kita.

Carilah kebenaran dengan cara yang benar. Dengan pandangan yang lebih lega. Bukan dari satu sisi saja, apalagi sisi itu ternyata sisi yang keliru.

Apakah engkau akan bertanya tentang televisimu yang rusak kepada seorang juru masak??

04 September 2008

Met Puasa

1 bulan pencarian bekal telah dimulai...
manfaatkan 1 bulan ini untuk bekal 11 bulan perjalanan yg penuh perjuangan..!!

met puasa,,!!

Ke Ciledug Naik Sinar Jaya di 2019

Minggu (7/7) lalu, saya berkesempatan menggunakan Sinar Jaya . Sepengetahuan saya, Sinar Jaya adalah salah satu perusahaan transportasi umum...